Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC semakin dekat dengan zona merah degradasi setelah kalah telak 4-1 dari Malut United pada laga pekan keenam Super League 2025/2026 di Stadion Kie Raha, Ternate, Jumat (19/9/2025).
Dengan hasil tersebut, Laskar Sape Kerrab turun ke posisi 15 klasemen sementara dengan 5 poin hasil dari satu kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kali kalah. Dari enam pertandingan, mereka hanya mencetak 4 gol dan kebobolan 9 kali.
Posisi Madura United kian rawan karena dua tim di zona degradasi, PS Semen Padang dan Persis Solo, masih menyimpan satu laga. Semen Padang baru akan menjamu Bali United pada Jumat (25/9/2025), sedangkan Persis Solo dijadwalkan tandang ke markas Borneo FC pada Senin (22/9/2025) malam.
Jika Semen Padang minimal meraih hasil seri, Madura United bisa tergusur ke zona merah karena produktivitas gol Semen Padang lebih baik dibanding tim asal Pulau Garam tersebut.
Pada pekan ketujuh, Madura United dijadwalkan bertandang ke markas PSBS Biak. Laga akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (25/9/2025) pukul 15.30 WIB.
Dukungan moral terus diberikan manajemen. Bos Madura United, Achsanul Qosasi, bahkan menyambut langsung kepulangan tim di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (20/9/2025). Ia juga berbincang dengan pemain, termasuk Balotelli yang menerima kartu merah saat menghadapi Malut United. [pin/beq]






