Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC menilai Wasit Pengadil Lapangan, Heru Cahyono selayaknya terpilih sebagai man of the match saat laga kontra Bhayangkara FC pada pekan ke-27 Liga 1 di Stadion STIK Jakarta, Jum’at (1/3/2024) malam.
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab terpaksa harus pulang tanpa poin akibat kekalahan 3-2 dari tim tuan rumah, The Guardian. Sekalipun pada laga tersebut, mereka sempat mampu mengejar ketertinggalan gol dan menyamakan skor.
Namun tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, terpaksa harus mengakui kekalahan dari tim tuan rumah, berkat gol pamungkas yang dicetak eks penyerang andalan tim asal Pulau Garam, Junior Brandão.
“Pertandingan yang liar biasa, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi. Cuaca buruk dan lapangan becak tak jadi soal, kedua tim tetap bermain fight. Bhayangkara tampil baik, tapi kami juga tidak buruk,” kata Asisten Pelatih Madura United FC, Rakhmad Basuki.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang bermain maksimal sepanjang laga, sekalipun sempat tertinggal 2 gol hingga 45′ menit interval pertama berakhir.
“Memang berat saat tertinggal 2 gol, tapi kami bisa mengejar ketertinggalan (menyamakan skor 2-2), karena itu memang identitas Madura (berjuang maksimal hingga laga berakhir),” ungkapnya.
Bahkan dari awal pihaknya juga mengingatkan pemain, agar selalu waspada seiring dengan keberadaan pelatih anyar di Bhayangkara. “Dari awal sudah kami sampaikan jika transisi pelatih akan membuat mereka semakin kuat, dan kami yakin Bhayangkara akan berbeda,” jelasnya.
“Tapi kalau boleh memilih, kami pilih pengadil lapangan sebagai man of the match pada pertandingan kali ini,” sambung pria yang akrab disapa Coach Rakhmad.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab keputusan Wasit Heru Cahyono justru merugikan timnya, khususnya saat pemain Bhayangkara, M Hargianto menjatuhkan Malik Risaldi di area terlarang. Hanya saja Sang wasit menyatakan play on dan bukan sebagai pelanggaran.
“Harusnya kami dapat penalti, kami tidak mau mengkritik bagaimana Bhayangkara mendapat penalti, karena kami tidak lihat, tapi murni kami harusnya dapat penalti,” pungkasnya.
Akibat kekalahan tersebut, Madura United gagal menembus 4 besar klasemen lebih cepat dan sementara bertahan di posisi 5 klasemen. Sedangkan Bhayangkara bisa beranjak dari posisi juru kunci dengan tambahan 3 poin sempurna. [pin/kun]






