Surabaya (beritajatim.com) – Perjalanan Madura United di Liga 1 musim 2022/2023 telah berakhir. Wakil Pulau Garam mengakhiri kiprahnya dengan menduduki peringkat delapan. Mereka mengoleksi 14 kemenangan dari total 34 pertandingan.
Perjalanan Madura United pada musim ini laiknuya sebuah roller coaster. Mereka sempat berganti pelatih di tengah perjalanan. Nakhoda asal Brasil Fabio Lefundes memutuskan mundur pada awal Maret lalu. Situasi ini membuat ditangani oleh karteker hingga akhir musim.
Terlepas dari lika-liku perjalanan Madura United musim ini, para pemain asing dan pemain naturalisasi memberi dampak besar untuk mereka. Lulinha, misalnya. Pesepak bola asal Brasil ini menjadi top skor Madura United di Liga 1 musim ini.
Winger berusia 33 tahun itu telah bermain selama 29 pertandingan pada musim ini. Masa bermainnya mencapai 2.322 menit. Pesepak bola asal Brasil tersebutmenjaringkan total 12 gol. Lulinha melengkapinya dengan torehan empat assist.
Di belakang Lulinha ada penyerang senior Beto Goncalves. Striker naturalisasi ini telah mencetak sepuluh gol di Liga 1 musim 2022/2023. Tak hanya garang di kotak penalti lawan, penyerang 42 tahun ini juga menjadi salah satu pencetak assist terbanyak di Madura United dengan lima assist. Beto tampil di 32 laga musim ini.
https://beritajatim.com/olahraga/diluar-target-madura-united-finish-di-posisi-8-klasemen-akhir/
Selain Beto, satu nama lainnya yang mendapatkan label raja assist di Madura United adalah Esteban Vizcarra. Sama seperti Beto, pesepak bola 37 tahun itu juga mencetak lima assist untuk tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut. Eks pemain Persib Bandung ini mencetak satu gol musim ini.
Sementara itu, Malik Risaldi menjadi pemain lokal paling menonjol di skuad Madura United musim ini. Eks pemain Persela Lamongan itu mencetak tiga gol dan tiga assist dari total 29 pertandingan. [sya/but]






