Madiun (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengingatkan peternak soal Lumpy Skin Disease (LSD). Peringatan disampaikan karena penyakit LSD berpotensi menjangkiti ternak.
Kabid Peternakan DKPP Madiun, Bagus Sri Yulianta menerangkan penyakit itu seperti cacar yang menyerang pada hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing.
Ciri-cirinya ada bentol, lalu melepuh, jika sudah membesar akan timbul luka, dan sulit sembuh. Meski resiko kematian pada hewan rendah, tetapi kerugian pada peternak sangat tinggi, karena kulit hewan menjadi rusak dan tidak layak dijual.
“Kami mengawasi dan mengendalikan, karena munculnya beberapa kasus yang ada di Jateng dan beberapa kabupaten di Jawa Timur. Kami meminta masyarakat agar terus memantau kesehatan hewan ternaknya,” terang Bagus, Senin (6/2/2023).
Apalagi menurut dia, dari Pemerintah Provinsi telah menginstruksikan jajarannya supaya perlu mewaspadai penularan tersebut.
“Mengingat kasus PMK di Kabupaten Madiun pada 2022 ada 30 kasus. 29 menyerang sapi dan 1 menyerang hewan kambing,” katanya.
“Kami fokus pada sapi, kerbau, dan kambing. Dari pengendalian dan pengawasan di lapangan juga terus konsisten di lapangan Jadi sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”virus-lsd”]
Begitu dapat informasi ada kabupaten kota di luar Madiun yang terjangkit virus tersebut, pihaknya menginstruksikan untuk segera menutup penularan di daerah pinggiran.
“Kemudian kami sampaikan kepada penjual sapi, supaya tidak membeli hewan di luar Madiun. Terutama daerah yang saat ini ada kasus PMK. Pengawasan juga kami tingkatkan,” terangnya.
Kali ini pada tahun 2023, selain vaksinasi petugas juga melanjutkan dengan booster terhadap sejumlah hewan ternak. Salah satunya berlangsung di sebuah tempat peternak sapi, Jalan Jalak, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (1/2/2023).
Setelah vaksinasi, petugas memberikan dua jerigen desinfektan kepada peternak, agar rutin disemprotkan ke kandang dan hewan ternaknya.
“Pasar hewan juga kami tempatkan untuk saling mengawasi ternak yang ada di pasar diharapkan sudah vaksin dan sehat. Sterilisasi pasar hewan juga selalu kami lakukan untuk antisipasi penularan,” pungkasnya. [fiq/but]






