Surabaya (beritajatim.com) – Ada kesenjangan antara jumlah lulusan mahasiswa dan ketersediaan lapangan kerja tahun ini. Jumlah lulusan Sarjana dan Diploma terlalu banyak bila dibandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Antara tumbuhnya lapangan pekerjaan dan kemampuan kita menghasilkan sarjana diploma, terdapat kesenjangan yang sangat lebar,” ungkap Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam saat konferensi pers daring, Senin, (30/5/2022).
Pada kesempatan itu, Nizam juga mengatakan bahwa Indonesia menghasilkan 1,5 juta lulusan sarjana maupun diploma setiap tahun. Sementara itu, lapangan kerja yang tersedia berkisar 300 sampai 400 ribu tiap tahun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”lowongan”]
Namun, berdasarkan pantauan tim Beritajatim.com di situs Karirhub Kemenaker pada Rabu (28/12), hanya tersedia 141.866 total lowongan pekerjaan.
Dari catatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), ini hanya 15 persen saja lowongan pekerjaan yang mencukupi untuk jumlah lulusan sarjana yang mencapai 1,5 juta.
Lebih lengkapnya, data lowongan kerja dari Karirhub pada Oktober 2022, mencatat provinsi DKI Jakarta membutuhkan pekerjaan tertinggi sebanyak 3.671 lowongan. Disusul oleh Jawa Barat sebanyak 2.697 lowongan, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 2.633 pekerjaan dan Jawa Timur sebanyak 1.356 lowongan.
Dari segi pendidikan, jumlah kebutuhan tenaga kerja tertinggi berasal dari pendidikan sarjana sebanyak 5.257 pekerjaan. Selanjutnya, kebutuhan tenaga kerja dari pendidikan diploma sebanyak 4.697 pekerjaan dan SMK sebanyak 4.388 pekerjaan.
Akibat kurangnya lowongan pekerjaan tentu berimbas pada banyaknya pengangguran, serta pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang dikuasainya.
Dilansir dari Bappeda Jatim, di provinsi Jawa Timur, angkatan kerja pada Agustus 2022 terdiri dari 21,61 juta orang bekerja dan 1,26 juta orang penganggur.
Angka pengangguran ini menurun apabila dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19, yakni berkurang sebanyak 25,68 ribu orang. Meski begitu, upaya untuk menambah lapangan dan lowongan pekerjaan masih terus digalakkan.
Mengingat dampak resesi yang juga menghantui Indonesia di tahun 2023, masyarakat dihimbau untuk tetap mengikuti pedoman dan rencana kerja oleh pemerintah. (kai/nap)






