Surabaya (beritajatim.com) – Lucu namun mematikan, ungkapan ini mungkin mampu menggambarkan sosok kucing paling mematikan di dunia ini. Tubuhnya kecil dan lincah memudahkan ia memburu 10 hingga 14 mangsa per harinya.
Bernama latin Felis Nigripes, kucing ini memiliki tinggi tubuh hanya sekitar 8 hingga 10 inci saja. Beratnya pun hanya 200 kali lebih kecil dari besar singa rata-rata. Namun, walaupun kecil ia disebut sebagai predator kucing paling mematikan di Bumi.
Melansir dari Oddity Central, Sabtu (18/9/2021) kucing kaki hitam ini berhabitat asli Afrika. Ia sangat cepat dan gesit dalam mencari mangsa, bahkan jika dihitung lebih banyak dari korban hasil perburuan macan tutul dalam sebulan. Selain itu, presentasi keberhasilan kucing kaki hitam dalam mencari mangsanya tersebut sekitar 60 persen. Lebih besar dari singa yang hanya mampu menangkap korbannya sekitar 20 hingga 25 persen saja.
Menurut International Society for Endangered Cats, seekor kucing berkaki hitam Afrika dapat berburu dan memakan hingga 3.000 hewan pengerat per tahun. Bahkan ada legenda asli Afrika yang mengklaim bahwa kucing berkaki hitam dapat menjatuhkan jerapah.
Walaupun tidak berbahaya bagi manusia dan hewan besar seperti beruang kutub, kucing berkaki hitam Afrika ini sangat berbahaya bagi hewan kecil penghuni rumput sabana. Keahlian memburu makanan tersebut didukung oleh penglihatan dan pendengaran malamnya yang luar biasa. Hampir semua yang bergerak berpotensi menjadi makanan, dan peluang untuk lolosnya sangat kecil.
Kucing berkaki hitam hanya ditemukan di tiga negara, yakni Botswana, Namibia dan Afrika Selatan. Kucing spesies ini dianggap langka dibandingkan dengan kucing lain di benua Afrika. Mereka lebih suka dataran rumput, gurun semak, dataran pasir, daerah dengan kepadatan hewan pengerat dan burung yang tinggi. Sayangnya kucing berkaki hitam ini mulai mengalami kepunahan akibat kerusakan alam, berkurangnya makanan hingga penggembalaan ternak yang berlebihan. (rsf/tur)






