Jombang (beritajatim.com) – LPD (Lembaga Penyelenggara Diklat) LIBMI Education Center menyelesaikan rangkaian kegiatan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang diikuti oleh puluhan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan yang diselenggarakan di Green Reds Syariah Hotel Jombang pada Sabtu (15/11/2025) ini menjadi bagian dari program besar di delapan kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Situbondo, Kediri, Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Nganjuk, Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang
Pelatihan yang berlangsung dinamis ini bertujuan untuk memperkenalkan guru-guru di wilayah tersebut pada dunia digital, khususnya dalam penguasaan keterampilan dasar dalam pemrograman komputer dan kecerdasan artifisial.
Meskipun topik ini masih terbilang baru bagi sebagian besar peserta, antusiasme mereka sangat tinggi. Para guru yang terbagi dalam dua kelompok aktif berpartisipasi dalam diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman selama sesi pelatihan.
Direktur LPD LIBMI Education Center, Drs. Nurhadi Bahri, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan Koding dan KA ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan guru.
“LPD LIBMI Education Center terpilih menjadi salah satu lembaga penyelenggara diklat resmi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal GTK. Diklat Koding dan KA merupakan salah satu program prioritas di era kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Nurhadi.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan model In On In, yang terdiri dari pelatihan in-service selama lima hari, disertai dengan on the job training di sekolah masing-masing selama 120 jam pelajaran. Setelah itu, peserta kembali menjalani pelatihan in-service kedua untuk berbagi praktik terbaik dan pengalaman dalam mengaplikasikan materi yang telah dipelajari.

Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah komunitas guru Koding dan KA se-Kabupaten Jombang. Komunitas ini bertujuan sebagai forum untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memberikan dukungan antar sesama guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah masing-masing.
Dalam penutupan pelatihan, sejumlah pejabat penting turut hadir untuk memberikan apresiasi. Di antaranya, Sekretaris Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kabupaten Jombang Abdul Majid, S.Psi., MM, Ketua DP (Dewan Pendidikan) Dr. Ir. H. Cholil Hasyim, M.Si., IPM., ASEAN , Eng, serta Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Heri Mujionno S.Pd, M.Pd.
Cholil Hasyim mengapresiasi LPD LIBMI Education Center yang menggelar pelatihan itu. Menurutnya, guru harus selalu mengikuti perkembangan teknologi. Namun demikian, Cholil mengingatkan bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua.
Cholil juga memberikan nasihat yang mendinginkan kepada para guru agar selalu mengingat tiga hal. Yakni tahu diri, koreksi diri serta mawas diri. “Kalau kita sudah tahu diri, maka kita sadar bahwa membutuhkan ilmu dan berkembang. Lalu menyampaikan ilmu yang kita dapatkan kepada anak didik. Karena guru adalah ujung tombak mutu Pendidikan,” urai mantan Wakil Rektor Undar Jombang ini.

Heri Mujionno dari Disdikbud Jombang menambahkan bahwa ada kabar gembira bagi tenaga pendidik bahwasannya koding dan KA sudah masuk kurikulum di Jombang. Hanya saja sifatnya masih lunak, bisa dipilih menjadi kokurikuler atau ekstra kurikuler.
“Namun yang ke depan ketika semua sudah menjadikan koding dan KA sebagai fasilitas pembelajaran, maka hal yang tidak kalah penting adalah karakter. IT (informasi teknologi) sifatnya membantu, kebijakan ada di hati Nurani anak-anak ke depan,” jelas Heri.
Diklat koding dan KA ini ditutup oleh Sekretaris Disdikbud Abdul Majid. Majid juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh LPD LIBMI Education Center berikut para peserta pelatihan.
Majid mengingatkan sejumlah aturan untuk para guru dan berharap agar mereka selalu mentaati aturan-aturan tersebut. “LIBMI Education Center adalah LPD yang ditunjuk oleh Kementerian untuk mengawal program ini. Saya ucapkan terima kasih, temasuk para peserta yang dari awal sampai akhir tetap utuh,” kata Majid.
Majid mengingatkan sejumlah tugas guru. Yakni, mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, serta mengevaluasi. Untuk itu guru dituntut untuk selalu upgrade atau peningkatan sesuatu ke arah yang lebih baik.

Pelatihan koding dan KA ini sangat berkesan bagi para guru yang menjadi peserta. Hal itu salah satunya disampaikan oleh Wijadi, guru dari SMPN 5 Jombang. Wijadi mengapresiasi seluruh pelaksanaan pelatihan.
Betapa tidak, pelatihan tersebut melibatkan fasilitator yang mumpuni. Pelatihan tersebut juga sangat bermanfaat bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. “Fasilitator bekerja cukup bagus. Banyak memberi masukan kepada kami,” ungkap Wijadi.
Bagaimana dengan peserta? Menurut Wijadi para peserta juga cukup dinamis karena berasal dari guru hampir dari seluruh mapel (mata pelajaran). “Kalau bisa setiap tahun diadakan pelatihan seperti ini,” ujarnya.
Wijadi juga memuji LPD LIBMI education center. Karena seluruh peserta didukung penuh, sehingga bisa konsentrasi selama mengikuti pelatihan. “Sekali lagi, pelatihan seperti ini sangat penting. Kalau bisa digelar rutin dengan materi yang sudah dikembangkan,” pungkasnya.
Di penghujung acara, dengan didampingi Direktur LPD LIBMI Education Center Nurhadi, Sekretaris Disdikbud Abdul Majid dan Ketua Dewan Pendidikan Cholil Hasyim menyerahkan sertifikat kepada dua peserta secara simbolis.
Kemudian dilanjut dengan pembentukan dan foto bersama komunitas guru koding dan KA se-Kabupaten Jombang. Semua peserta bergenmbira karena mendapatkan ilmu baru yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. [suf]






