Ponorogo (beritajatim.com) – Pasangan suami istri di Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo menjadi korban tanah longsor yang menimpa dinding rumah mereka.
Pasangan suami istri itu adalah Slamet (60) dan Misini (55). Akibat terkena material longsoran, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Sooko. Sang suami Slamet bisa diobati di puskesmas tersebut. Namun, sang istri Misini harus dirujuk ke RSUD dr. Harjono karena mengalami patah tulak lengan kanan.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, rumah Slamet terdampak tanah longsor terjadi pada Selasa (18/10) pagi. Kebetulan letak rumah Slamet berada di dekat tebing setinggi kurang lebih 5 meter. Nah, sebelum terjadi tanah longsor itu, Desa Jurug sejak hari Senin (17/10) kemarin di guyur hujan terus menerus hingga Selasa (18/10) dini hari.
“Tadi pagi ada suara gemuruh gitu, ternyata tebing di dekat rumah Slamet longsor dan menimpa rumahnya,” kata Sunarti, kakak ipar Misini yang sedang menunggu korban di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Selasa (18/10/2022) siang.
Sunarti menceritakan kejadian longsor itu terjadi sangat cepat. Sehingga saat longsor terjadi korban Misini yang sedang memasak tidak bisa menghindar. Misini mengalami luka pada bagian kaki dan tangan lengan kanan.
“Tadi di Puskesmas Sooko langsung dirujuk ke RSUD dr. Harjono karena mengalami luka cukup serius di bagian tangan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-ponorogo”]
Sementara itu Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo, Joko Handoko mengungkapkan bahwa korban tanah longsor dari Kecamatan Sooko sudah dilakukan tindakan penanganan oleh tim medis RSUD dr. Harjono. Korban mengalami patah tulang lengan kanan, robek jari kelingking kanan dan robek kaki kanan. Kondisi pasien dalam keadaan sadar dan bisa diajak komunikasi.
“Sudah dilakukan tindakan penanganan terhadap korban. Saat inj dalam keadaan sadar, bisa cerita kronologinya. Terkait patah tulangnya, kita sedang melakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah tulang, apa nantinya akan dioperasi atau tidaknya,” pungkasnya. (end/ted)






