Bojonegoro (beritajatim.com) – Longsor di tebing Sungai Bengawan Solo turut Desa Kauman Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro merupakan longsor susulan yang sebelumnya sudah terjadi. Satu rumah warga yang berjarak sekitar 80 meter dari titik longsor yang sekarang sudah direlokasi.
Longsor sebelumnya berada di Kelurahan Klangon, RT 08, RW 02, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Satu rumah warga sudah direlokasi karena dampaknya sudah semakin parah. Longsor tersebut terjadi diduga akibat dampak pembangunan jembatan penghubung Bojonegoro – Trucuk.
“Sebenarnya ini (lokasi longsor) bukan tikungan sungai. Tapi air yang mengalir dari atas menepis plengsengan jembatan (Bojonegoro-Trucuk) dan arusnya zig-zag,” ujar Soleh, warga yang rumahnya kini terdampak longsor, Senin (9/5/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bengawan-solo”]
Kepala Desa Kauman Yulia Purwaningtyasari juga membenarkan bahwa longsor tebing sungai Bengawan Solo tersebut bukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya, longsor juga sudah pernah terjadi namun masuk daerah Kelurahan Klangon.
“Harapannya ada tindakan relokasi karena kalau diperbaiki di lokasi sekarang akan tergerus lagi. Sebelumnya di wilayah sekitar juga sudah pernah terjadi longsoran dan sudah direlokasi,” ujarnya.
Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui dimana lokasi yang strategis untuk relokasi bagi warga yang terdampak longsor. “Relokasinya tidak tahu. Merupakan kewenangan Pemkab, nanti akan dikoordinasikan dengan Pemkab,” pungkasnya. [lus/kun]






