Magetan (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem di kawasan Kelurahan Sarangan membuat bahu jalan masuk Telaga Sarangan tepatnya dari arah Jalan Tembus semakin melebar, Selasa (27/12/2022). Longsoran yang sudah menimpa calon banyunan penginapan itu sejauh ini belum ada penanganan darurat.
Baru ada beberapa karung tanah yang diletakkan di dekat longsoran untuk mencegah aliran air. Namun, belum bisa maksimal. Buktinya, masih memperlebar area yang longsor. Nedi Riyadi, warga setempat membenarkan jika area tersebut longsor imbas hujan deras yang mengguyur beberapa hari belakangan.
“Dulu kan sekitar 20 meter, sekarang bertambah jadi sekitar 25 meter. Kedalamannya juga bertamabhs ekitar 1 meter. Bangunan talud yang menahan bahu jalan sudah longsor. Kalau hujan terus bisa semakin parah dan menggerus badan jalan,” kata Nedi, Selasa (2712/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
Dia membenarkan sejauh ini belum ada upaya penutupan menggunakan terpal. Hanya ada beberapa karung tanah yang ditempatkan di lokasi untuk mencegah air mengalir ke area yang longsor. Dia mengharap pemkab setempat segera melakukan penanganan darurat. Karena tak hanya dilalui warga, tapi juga wisatawan yang tak hanya menggunakan kendaraan pribadi tapi juga kendaraan besar seperti bus.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras selama 4 jam di kawasan Kecamatan Plaosan mengakibatkan jalan masuk menuju kawasan Telaga Sarangan amblas sepanjang 20 meter dan sedalam 5 meter pada Jumat (3/12/2022) pukul 21.00 WIB. Longsoran menimpa material bangunan yang digunakan untuk membangun penginapan.
Lokasi longsor tepatnya di jalan utama menuju loket masuk Telaga Sarangan, masuk Dusun Singolangu RT 12 RW 02, Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Longsoran mengakibatkan guardrail atau pembatas jalan ikut amblas serta sebuah tiang telepon. Diketahui, jalan itu adalah jalan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan.
Hujan mengguyur sejak pukul 17.00 WIB hingga akhirnya bahu jalan itu akhirnya amblas. Material longsor menimpa material bangunan untuk membangun penginapan. Diketahui, tanah yang digunakan untuk membangun itu adalah milik Suwoto warga setempat yang diperkirakan senilai Rp10 juta. (fiq/kun)






