Liverpool (beritajatim.com) – Liverpool FC boleh saja berstatus juara bertahan Premier League. Tetapi, back to back kampiun adalah persoalan yang lebih rumit bagi mereka. Bagaimana tidak. Kali terakhir mereka back to back juara adalah musim 1983–1984. Bahkan, Premier League kala itu masih bernama First Division.
Artinya, dalam empat kesempatan juara setelahnya (1985–1986, 1987–1988, 1989–1990, 2019–2020) The Reds selalu gagal. Tren buruk itu yang ingin mereka sudahi musim ini.
“Kami harus memenangi Premier League musim ini. Begitu juga Liga Champions. Kami harus memenangi trofi tiap musim,” ujar bintang LFC Mohamed Salah kepada Sky Sports.
Pembelian pemain baru senilai total GBP265,2 juta (Rp5,8 triliun) jadi salah satu upaya untuk mewujudkannya. Bahkan, sangat mungkin bisa membengkak jika Alexander Isak jadi merapat.
Tim asuhan Arne Slot itu menargetkan start cepat dengan mengalahkan Bournemouth pada matchweek pembuka dini hari nanti. Apalagi, laga bakal dimainkan di Anfield.
Tetapi, modal LFC di pramusim untuk kampanye juara mereka musim ini kurang ideal. Rival sekota Everton itu baru saja dikalahkan Crystal Palace di Community Shield (10/8).
Memang, lima dari enam laga pramusim lainnya berhasil dimenangi. Tetapi, hanya sekali gawang LFC berhasil nirbobol. Itu terjadi ketika mengalahkan Stoke City 5-0 (20/7).
“Itu (back to back, Red) sangat sulit diwujudkan karena para pesaing juga memiliki kualitas hebat. Tetapi, bukan mustahil kami lakukan. Tim ini 100 persen siap (memulai Premier League dengan kemenangan, Red)” papar Slot.
Secara implisit, rangkaian fakta tersebut sudah cukup membuat beban LFC bertambah jelang melawan Bournemouth dini hari nanti. Seri, apalagi kalah, akan memperberat target back to back mereka. (dio)
Perkiraan pemain:
Liverpool (4-2-3-1): 1-Alisson (g); 30-Frimpong, 5-Konate, 4-Van Dijk (c), 6-Kerkez; 10-Mac Allister, 8-Szoboszlai; 11-Salah, 7-Wirtz, 14-Gakpo; 22-Ekitike
Pelatih: Arne Slot
Bournemouth (4-2-3-1): 1-Petrovic (g); 15-Smith (c), 5-Senesi, 23-Hill, 3-Truffert; 12-Adams, 8-Scott; 24-Semenyo, 16-Tavernier, 11-Ouattara; 9-Evanilson
Pelatih: Andoni Iraola






