Probolinggo (beritajatim.com) – Polemik dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II di Kabupaten Probolinggo terus saja muncul, terbaru, sebanyak lima dari enam Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Desa Randuputih, Kecamatan Dringu memilih mundur serentak.
Diketahui ke-enam bacakades itu yakni, Kusim (49), Hairul Waton (39), Abunawi (49), Aries Sabar Iman (35), Undariyati (52) dan Frendi Suhermanto (43). Dari jumlah tersebut, awalnya panitia pemilihan setempat tidak meloloskan bacakdes atas nama Kusim, sehingga hanya tersisa lima bacakades saja.
Polemik itu muncul ketika Panitia Pilkades setempat secara tiba-tiba meloloskan Kusim yang sebelumnya sudah gugur, dan menggugurkan Hairul Waton bacakades lainnya, dalam arti posisi Hariul Waton digantikan Kusim.
“Tidak tahu juga alasannya mundur, hanya saja yang beredar Kusim ini yang nilainya terendah di antara lima orang ini malah naik, dan Hairul Waton yang nilainya paling tinggi itu yang disuruh mundur, sehingga semuanya (lima bacakades) memilih mundur kecuali Kusim,” kata seorang sumber berinisial LM.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilkades-probolinggo”]
Mundurnya lima Bacakades ini ditanggapi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.
Menurutnya, penyebab mundurnya lima Bacakades Desa Randu Putih itu karena dugaan panitia pemilihan desa setempat tidak netral. “Tapi setelah beberapa jam, ada satu calon (Kusim) yang justru tidak jadi mundur, dan dia menyampaikan bahwa itu disodori oleh panitia, akhirnya kecenderungannya panitia tidak netral,” jelas Ugas.
Jika semua bacakades di Desa Randuputih itu mengundurkan diri, menurut Ugas maka Pilkades di desa setempat akan di undur pada periode yang akan datang. “Semua keputusan ada di Panlih (Panitia Pemilih) termasuk juga dampak hukumnya,” katanya.
Diketahui, Pada 17 Februari 2022 mendatang, Kabupaten Probolinggo akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap II yang diikuti oleh 253 desa. (tr/ted)






