Surabaya (beritajatim.com) – Kompetisi sepak bola putri di Indonesia direncanakan kembali bergulir pada musim 2026/2027 mendatang setelah sempat vakum selama beberapa tahun.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Ketua PSSI, Zainudin Amali. Ia menegaskan bahwa federasi kini mulai memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sepak bola putri, termasuk dengan menyiapkan kompetisi resmi.
Menurutnya, Liga Putri menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum terselesaikan pada periode kepengurusan saat ini. Terakhir kali kompetisi tersebut digelar pada 2019 saat PSSI masih dipimpin Edy Rahmayadi.
“Saat ini, sepak bola putri juga mulai mendapatkan perhatian lebih. Kompetisi untuk sepak bola putri akan kami gulirkan musim depan di beberapa daerah dulu,” ujar Amali, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, kompetisi tahap awal akan melibatkan sejumlah klub, baik dari Super League maupun Championship, yang memiliki tim putri.
“Kompetisi putri ini akan diikuti beberapa klub baik dari Super League maupun dari Championship yang ada putrinya. Kalau nantinya semakin baik tentu akan secara nasional,” lanjutnya.
Sebelum menggulirkan kembali liga, PSSI selama ini tetap memberikan perhatian terhadap sepak bola putri melalui berbagai program Timnas Putri Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, timnas putri aktif mengikuti sejumlah turnamen dan agenda FIFA Matchday.
Sebagai catatan, Liga 1 Putri terakhir kali digelar pada 2019 dengan format turnamen yang diawali fase grup, kemudian berlanjut ke semifinal hingga final.
Kompetisi tersebut diikuti sepuluh klub yang terbagi ke dalam dua grup. Pada edisi terakhir itu, Persib Bandung Putri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tira-Persikabo Putri dengan agregat 6-1 di partai final. (way/but)






