Surabaya (beritajatim.com) – Perkembangan sepak bola putri usia dini di Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia asal Jepang, Takumi Taniguchi, saat memantau langsung kompetisi U-15 di Lapangan Bogowonto, Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Pelatih yang akrab disapa Taki itu menilai arah perkembangan sepak bola putri nasional semakin menjanjikan. Salah satu indikatornya adalah rencana digelarnya liga sepak bola putri pada akhir tahun mendatang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan masih dibutuhkan di berbagai aspek, terutama dalam menciptakan ekosistem kompetisi yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan kompetisi yang rutin menjadi kunci penting dalam proses pencarian bakat pemain muda. Tanpa itu, upaya scouting akan sulit berjalan maksimal.
“Lingkungan kompetisi seperti ini sangat penting. Jika kita ingin menemukan pemain potensial, tentu harus melakukan scouting. Namun tanpa kompetisi yang berjalan, pemain sulit ditemukan. Jika pertandingan seperti ini bisa rutin setiap akhir pekan, itu akan sangat membantu,” ungkap coach Taki.
Dari hasil pemantauannya, pelatih berusia 26 tahun tersebut mengaku telah menemukan sejumlah pemain muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang ke level lebih tinggi.
“Saya menemukan beberapa pemain yang memiliki potensi. Saya berharap mereka bisa masuk tim nasional, entah dalam waktu dekat atau dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Saya yakin mereka bisa berkembang menjadi pemain timnas,” ujarnya.
Taki juga memberikan motivasi kepada para pemain muda agar terus mengasah kemampuan dan tidak cepat puas. “Saya sangat menantikan mereka bisa bermain untuk tim nasional di masa depan. Jadi teruslah berkembang, dan suatu saat kita bisa bertemu di tim nasional,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menyoroti antusiasme publik terhadap rencana hadirnya liga sepak bola putri di Indonesia. Meski membutuhkan proses, ia optimistis perkembangan tersebut akan terus berjalan secara bertahap. “Memang butuh waktu, tetapi suatu saat itu akan terjadi. Jadi semua aspek harus kita bangun bersama,” tutup Taki. (way/kun)






