Surabaya (beritajatim.com) – Liga 2 2022/2023 resmi dihentikan. Meski begitu, Deltras FC memilih untuk berkonsentrasi mengembangkan akademi sepak bola usia muda yang mulai dipersiapkan untuk Piala Soeratin. CEO Deltras FC, Amir Burhannudin mengatakan, jika manajemen menghargai apa yang sudah ditentukan oleh PSSI.
Manajemen Deltras FC akan mengurus administrasi para pemainnya yang masih terikat kontrak. Pasalnya, ada dua jenis kontrak para pemain adalah jangka pendek dan panjang.
Ia akan melunasi sisa gaji pemain yang memiliki kontrak jangka pendek dan akan memikirkan bagaimana para pemain yang masih memiliki kontrak jangka panjang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”deltras”]
“Kami menerima keputusan dari hasil rapat kemarin. Jadi, kita punya pemain yang kontraknya jangka pendek dan panjang kita selesaikan dan pikirkan. Yang panjang mungkin bisa ikutan turnamen seperti di Vietnam lalu,” ungkapnya.
Selain itu Deltras FC akan lebih berkonsentrasi pada kompetisi Piala Soeratin PSSI Jawa Timur U13 dan U15 dan fokus pada akademi Deltras FC yang fasilitasnya yang saat ini tengah dibangun.
“Jadi langkah selanjutnya Deltras FC akan konsentrasi dengan perjalanan kami selanjutnya dimana kami menyiapkan para pemain U 13 dan 15 yang akan berkompetisi Piala Soeratin PSSI Jawa Timur dan kami mulai membangun akademi yang dalam proses bertahap ini,” imbuh CEO asal Tuban, Jawa Timur ini.
Diketahui sebelumnya, Kamis malam hasil rapat Exco PSSI memutuskan Liga 2 2022/2023 dihentikan dengan alasan permintaan 20 klub liga 2 dan rekomendasi Tim transformasi sepakbola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan terkait infrastruktur klub liga 2 yang belum memadai.(way/kun)






