Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi angkat suara seputar keputusan sepihak yang dilakukan Exco PSSI seputar pelaksanaan kompetisi.
Dalam rapat tersebut, Exco PSSI memutuskan tiga keputusan penting seputar kompetisi 2022-2023. Meliputi melanjutkan Liga 1 tanpa degradasi, serta Liga 2 dan Liga 3 Nasional hentikan.
Sementara untuk wakil Indonesia pada ajang internasional, AFC mendatang, diterapkan dengan sistem play off antara juara kompetisi Liga 1 Musim 2021-2022 dan juara kompetisi musim 2022-2023.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Achsanul-Qosasi”]
“Keterlaluan, sudah tidak ada degradasi, juara (Liga 1) masih harus play off,” kata Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Kamis (12/1/2023).
Bahkan dalam status medsos tersebut, pria yang akrab disapa AQ juga memposting gambar dengan tulisan ‘kompetisi sepakbola dianggap mainan’. “Kompetisi itu amanat kongres, menghentikan kompetisi wajib persetujuan kongres,” imbuhnya.
“Meniadakan degradasi, seharusnya meminta persetujuan peserta (kontestan Liga 1). Sepakbola dibuat sakit,” pungkas pria yang getol mengkritisi berbagai kebijakan PSSI. [pin/ted]






