Mojokerto (beritajatim.com) – Long weekend alias libur akhir pekan, berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW membuat semua tempat destinasi membludak. Seperti di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati yang terletak di Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
Wisata dengan ciri khas patung Maha Patih Gajah Mada setinggi 23 meter tersebut banyak dikunjungi masyarakat saat liburan kali ini. Ini lantaran, Wisata Desa Bumi Mulyo Jadi merupakan sebuah wisata edukasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga.
Manajer Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Agus Setiawan mengatakan, wisatawan yang datang memang didominasi wisatawan lokal. Namun jumlah wisatawan yang datang mengalami kenaikan dari saat hari libur sebanyak 1.000 orang, saat ini sampai 1.200 orang.
“Kalau dibanding hari biasa, jauh. Hari biasa rata-rata 100 sampai 200 orang tapi saat hari libur sekitar 1.000 orang. Namun untuk saat ini, bisa sampai 1.200 orang. Di sini selain ada wisata hiburan, ada edukasi serta ada paket kegiatan LDKS, paket kegiatan out bound,” ungkapnya, Sabtu (8/10/2022).
Selain itu, masih kata Agus, Wisata Desa Bumi Mulyo Jati juga menawarkan agro wisata tanaman kakao atau coklat. Yakni mengenalkan dari program dari hulu hingga hilir. Dari mulai menanam dan memproduksi hingga menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi masyarakat.
“Tidak hanya wisatawan yang datang berkelompok, perorangan juga bisa melihat langsung proses produksi coklat yang ada di sini. Untuk yang kelompok, ada reservasi di awal. Untuk bulan Oktober ini, sudah banyak baik itu untuk kedinasan maupun kegiatan dari sekolah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-mojokerto”]
Agus menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati pasca pandemi sudah berangsur normal kembali. Jumlah wisatawan yang datang sudah hampir sama saat sebelum pandemi Covid-19 melanda meski, protokol kesehatan (prokes) masih dilakukan.
Sekedar diketahui, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat, patung Gajah Mada di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati sebagai yang tertinggi. Proses pembuatan patung dengan tinggi 23 meter tersebut memakan waktu tujuh tahun. Patung ini diresmikan Raja Ida Tjokorda Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan pada 8 Desember 2019 lalu. [tin/but]







