Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggandeng ratusan generasi muda untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green Action di Taman Bahari Mojopahit, Sabtu (17/10/2026). Aksi ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) bersama Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Mojokerto tersebut melibatkan sekitar 300 peserta. Mereka terdiri dari anggota Pramuka, mahasiswa pertanian Universitas Mayjen Sungkono (Unimas), serta finalis Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto.
Berbagai aksi dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, penanaman pohon, hingga kolaborasi antarkomunitas pemuda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam gerakan penghijauan tersebut. Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam pohon, tetapi juga harus diikuti dengan perawatan secara berkelanjutan.
“Di sini ada pohon tabebuya, pepaya, singkong, dan berbagai tanaman lainnya. Untuk pohon-pohon yang sudah tua dan jumlahnya cukup banyak, nanti akan upayakan untuk melakukan peremajaan. Pohon yang sudah tua akan dipotong dan diganti dengan tanaman baru,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan di Kota Mojokerto. Ning Ita (sapaan akrab, red) juga mengapresiasi komitmen anggota Pramuka yang telah dijadwalkan secara bergiliran untuk menyiram dan merawat tanaman.
“Dengan demikian, pohon yang ditanam tidak hanya menjadi simbol kegiatan seremonial, tetapi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Sementara itu, salah satu anggota Pramuka, Nail mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai aksi bersih-bersih dan penanaman pohon menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kota Mojokerto.
“Saya ingin berkontribusi agar Kota Mojokerto semakin indah, rindang, dan menambah oksigen. Hari ini kami juga menanam pohon dan melakukan kerja bakti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Gladys. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sebagai bagian dari karakter generasi muda, termasuk melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan di sekitar tempat tinggal.
“Pemuda harus menjadi orang-orang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya, dengan menjaga dan melestarikan lingkungan,” tambahnya.
Melalui gerakan Green Action, Pemkot Mojokerto berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah, Pramuka, mahasiswa, dan komunitas pemuda diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, hijau, rindang, dan nyaman bagi masyarakat. [tin/ian]






