Surabaya (beritajatim.com) – Lelang kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Surabaya telah berjalan. Sampai hari ini, Selasa (25/6/2024), baru terjual 180 unit dari total 889 unit kendaraan dinas yang dilelang.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan penyesuaian. Ini supaya ada percepatan proses lelang dan unit ludes terjual.
“Proses awal lelang ada 889 unit, terdiri dari roda dua dan roda empat. Dari 889 unit itu tersisa 697 roda dua, 12 roda empat. Sedangkan, yang sudah terjual ada 180, belum terjual 709,” terang Wiwiek, Selasa (25/6/2024).
Menurut Wiwiek, evaluasi lelang dilakukan karena dimungkinkan terdapat beberapa kendala. Diduga lantaran faktor mahalnya harga jual unit per paket (LOT).
“Dimungkinkan kuantitas 1 LOT terlalu besar atau terlalu mahal. Nanti juga akan ada evaluasi,” jelas Wiwiek.
Sebab, lanjut Wiwiek, dalam kuantitas 1 LOT itu ada yang 50 unit kendaraan. Dan ada 1 LOT berisi 1 unit.
“Proses lelang diusulkan, dijalankan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di bawah Kemenkeu. Dan, misal ada penyesuaian LOT, maka ke depan lelang akan ada penyesuaian soal administrasi,” urainya.
Wiwiek juga menambahkan, hingga sekarang ini proses lelang kendaraan dinas Pemkot Surabaya masih berlangsung. Kata Wiwiek, dapat di akses calon pembeli seluruh Indonesia. Melalui alamat link: https://lelang.go.id
“Lelang dilakukan sampai semua unit kendaraan habis terjual. Ini bisa diakses oleh siapapun para calon pembeli, di seluruh daerah Indonesia,” tutup Wiwiek. [ram/beq]






