Bangkalan (beritajatim.com) – Seorang pemuda di Kabupaten Bangkalan mengalami luka serius pada bagian tangan kiri akibat terkena ledakan petasan saat berkumpul bersama rekan-rekannya di Jalan Raya Marta Jasa, Kecamatan Pangkalan, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Insiden tragis ini memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara dentuman keras dari lokasi kejadian.
Peristiwa bermula ketika korban sedang asyik bermain petasan di area tersebut di tengah suasana dini hari. Kondisi mendadak berubah menjadi mencekam saat korban mencoba mengambil sebuah bungkusan yang diduga kuat berisi bubuk petasan mentah. Belum sempat diamankan, bungkusan tersebut tiba-tiba meledak hebat tepat di genggaman korban.
Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum petugas kepolisian tiba untuk melakukan evakuasi. Ledakan tersebut dilaporkan mengakibatkan cedera fisik yang signifikan, sehingga korban harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat didampingi oleh pihak keluarga untuk mendapatkan tindakan medis intensif.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan terjadinya kecelakaan akibat bahan peledak tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, ledakan terjadi secara spontan saat korban memegang material petasan yang sangat sensitif terhadap gesekan atau panas.
“Korban saat itu sedang bermain petasan bersama temannya, kemudian mengambil bungkusan berisi bubuk petasan. Tiba-tiba terjadi ledakan yang mengenai tangan kiri korban hingga mengalami luka,” ujar Ipda Agung Intama, Kamis (19/3/2026).
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi dan mengumpulkan keterangan lebih lanjut mengenai asal-usul bahan petasan tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat petasan yang kerap meningkat intensitasnya menjelang momen hari raya di wilayah Jawa Timur.
Ipda Agung Intama mengingatkan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemuda, untuk menghentikan aktivitas meracik atau bermain petasan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Penggunaan bahan peledak intensitas rendah sekalipun tetap memiliki risiko fatalitas yang tinggi bagi keselamatan jiwa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat maupun menggunakan petasan, terutama yang berbahan berbahaya, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. [sar/ian]






