Jombang (beritajatim.com) – Musibah kebakaran terjadi di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang, pada Senin (2/2/2026). Sebuah rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri, Nanang Murjoko (57) dan Mujiana (56), beserta barang-barang berharga, termasuk sepeda motor dan peralatan elektronik, ludes terbakar setelah kompor gas yang digunakan untuk memasak meledak.
Nanang, yang saat itu sedang berjualan es, menceritakan bahwa kejadian berawal saat istrinya, Mujiana, menuju dapur untuk menyalakan kompor gas. Tanpa diduga, kompor tersebut langsung meledak, menyebarkan api yang membakar seluruh bagian rumah dengan cepat.
“Saat istri lagi masak, menyalakan kompor gas dan langsung meledak,” kata Nanang, dengan suara terbata-bata, saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Begitu mendengar ledakan, Mujiana berlari keluar rumah sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar. Api yang sudah membesar dengan cepat melalap bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Warga setempat pun segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Dua mobil pemadam kebakaran dan tim relawan segera dikerahkan menuju lokasi. Namun, mereka menghadapi tantangan berat: akses jalan yang sempit dan pemukiman padat penduduk. Kendati demikian, berkat usaha keras petugas dan dukungan warga, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah-rumah lainnya.
“Beruntung, kami bisa melewati gang sempit dan api berhasil dipadamkan, sehingga tidak meluas ke rumah warga sekitar,” ujar Riza Maulana, anggota Pos Damkar Mojoagung.
Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut, kerugian material cukup besar. Selain rumah yang terbakar habis, sejumlah barang berharga seperti mesin genset, kulkas, mesin cuci, sepeda motor, dan sepeda ontel pun hangus dilalap api. Diperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp50 juta.
Kebakaran ini diduga disebabkan oleh ledakan kompor gas yang menimbulkan percikan api, yang dengan cepat menjalar ke seluruh rumah. Meski tragedi ini tidak merenggut nyawa, namun peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi Nanang dan Mujiana, yang harus kehilangan rumah dan barang-barang yang telah mereka perjuangkan selama bertahun-tahun. [suf]





