Surabaya (beritajatim.com) – Semua orang pasti merasa risih dengan sampah. Mulai dari sampah rumah tangga, perusahaan, dan aktivitas kantor selalu menjadi musuh utama dari kebersihan dan keindahan lingkungan.
Di Indonesia sendiri, ada beberapa perusahaan rintisan manajemen sampah dengan jasa yang bermacam-macam. Berikut ini ada beberapa perusahaan yang bisa masuk kategori startup dengan keterampilan canggih dalam pengolahan sampah.
Waste4Change
Pertama, ada startup bernama Waste4Change. Perusahaan rintisan yang satu ini tak hanya memberikan jasa angkut, pemilahan, hingga pengolahan sampah saja.
Mereka juga menawarkan jasa konsultasi limbah. Tak hanya itu, pihaknya juga membuka kerjasama untuk pengadaan campaign bebas sampah.
Gringgo
Gringgo merupakan Startup yang bergerak dalam bidang pengelola sampah asal Bali. Startup ini punya model business-to-business.
Jadi mereka menawarkan jasa pengumpulan sampah untuk berbagai perusahaan. Nantinya, sampah ini ditukar dengan uang.
Konsep yang menarik untuk mengolah limbah jadi lebih berguna dan lingkungan perusahaan bisa terbebas dari tumpukan sampah.
Angkuts
Angkuts merupakan startup yang berkonsep sesuai namanya yaitu siap untuk mengangkut sampah. Angkust berdiri di Pontianak, perusahaan rintisan ini punya konsep semacam “ojek sampah”.
Mereka sudah siap mengangkut sampah yang diproduksi dari rumah tangga atau yang lain. Saat ini, Angkuts sudah bekerja sama dengan pemerintah setempat guna mengelola sampah di daerah Pontianak.
MallSampah
MallSampah merupakan startup dari Makassar yang sudah berdiri sejak tahun 2015. MallSampah pun juga berkembang menjadi sebuah perseroan terbatas.
Cara kerja startup ini adalah menengahi penghasil sampah, baik sampah RT atau kantor, kemudian diperjualbelikan kepada pengepul atau pemulung.
Sehingga sampah yang telah terkumpul dan terpilah tersebut dengan mudah bisa didaur ulang oleh perusahaan asal yang telah dikumpulkan pengepul.
Sampah Muda
Sampah Muda adalah inovasi untuk menanggulangi sampah dalam bentuk startup. Prinsip kerja startup ini yaitu menghubungkan pemilik sampah dengan pendaur sampah.
Uniknya, penyumbang sampah akan mendapat imbalan berupa trash point yang dapat ditukar dengan Gopay atau pulsa listrik. Sehingga penyumbang akan semakin berminat untuk mendonasikan sampahnya pada Startup ini.
Beberapa Startup itu layak mendapat apresiasi dan perhatian lebih dari masyarakat juga pemerintah. Karena sampah akan selalu diproduksi oleh manusia. Jika tidak ada solusi jalan keluar bisa jadi masalah tersendiri bagi lingkungan. (dan/ian)






