Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus berinovasi dalam memberikan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu terobosan yang kini menjadi sorotan adalah layanan Barbershop Lapas Kelas IIB Mojokerto yang sepenuhnya dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terampil di bawah bimbingan petugas.
Barbershop ini tidak hanya berfungsi menjaga kerapian dan kebersihan warga binaan, tetapi juga menjadi wadah pembekalan keterampilan pangkas rambut yang berpeluang dimanfaatkan sebagai usaha setelah bebas. Dengan dukungan peralatan memadai dan penerapan standar kebersihan, WBP yang telah dilatih mampu memberikan layanan layaknya barbershop profesional di luar lapas.
Selain bermanfaat secara ekonomi di masa depan, kegiatan tersebut juga berperan penting dalam menjaga kedisiplinan dan meningkatkan rasa percaya diri warga binaan. Suasana barbershop pun tercipta hangat, karena selain melayani sesama WBP, mereka juga berkesempatan saling berinteraksi positif dan memotivasi satu sama lain.
Program Barbershop Lapas Mojokerto menjadi bukti nyata komitmen pembinaan yang tak hanya fokus pada pembenahan mental, tetapi juga pemberian keterampilan praktis yang bermanfaat untuk bekal hidup setelah kembali ke masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian.
“Kami ingin memberikan bekal keterampilan nyata kepada WBP. Potong rambut adalah salah satu keterampilan yang memiliki peluang besar di dunia kerja, sehingga diharapkan bisa membantu mereka mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Selasa (12/8/2025). [tin/but]






