Banyuwangi (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menyalurkan bantuan berupa sepeda dan perlengkapan sekolah kepada keluarga warga binaan yang memiliki dedikasi tinggi. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak dari para narapidana yang tengah menjalani masa pembinaan.
Bantuan tersebut menyasar warga binaan yang aktif dan produktif dalam program pembinaan kemandirian di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Paket bantuan yang diserahkan meliputi tas sekolah, buku, alat tulis, hingga sarana transportasi berupa sepeda untuk memudahkan akses ke sekolah.
Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi tambahan di luar premi hasil kerja narapidana. Penyaluran bantuan dilakukan setelah pihak Lapas berdialog langsung dengan warga binaan mengenai penggunaan upah yang mereka terima selama ini.
Dalam dialog tersebut, mayoritas warga binaan mengungkapkan keinginan tulus untuk menggunakan hasil kerja mereka demi memenuhi kebutuhan sekolah anak. Keinginan para narapidana tersebut menjadi dasar bagi manajemen Lapas untuk memberikan subsidi tambahan agar kebutuhan perlengkapan sekolah tercukupi.
“Berangkat dari aspirasi tersebut, pihak Lapas memutuskan untuk memberikan tambahan di luar dari premi yang didapat agar cukup membelikan perlengkapan sekolah,” ujar Wayan. Ia berharap premi yang diperoleh tetap bisa menjadi kebanggaan keluarga meskipun jumlahnya mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.
Strategi ini diterapkan untuk memotivasi warga binaan lainnya agar terus berbenah diri dan mengikuti program pembinaan dengan penuh kesungguhan. Wayan menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial sebagai sistem pendukung utama dalam proses reintegrasi sosial narapidana nantinya.
Pihak Lapas ingin memastikan bahwa meskipun orang tua sedang berada di dalam tahanan, masa depan pendidikan anak-anak mereka tidak terabaikan. “Kami berharap keluarga di rumah terus memberikan dukungan dan semangat agar warga binaan memiliki tekad kuat untuk berubah,” tegas Wayan.
Program ini juga menunjukkan bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara positif bagi masa depan keluarga mereka. Wayan menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan pusat dan wilayah atas dukungan penuh terhadap inovasi program pembinaan yang lebih humanis.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Jawa Timur. Dukungan dari para pimpinan tersebut dinilai menjadi energi tambahan bagi jajaran Lapas Banyuwangi untuk terus menciptakan program yang berdampak langsung.
Salah satu warga binaan penerima bantuan berinisial A mengaku sangat terharu dengan perhatian yang diberikan oleh pihak institusi pemasyarakatan tersebut. Ia merasa terbantu karena beban pendidikan anaknya dapat diringankan melalui program apresiasi hasil kerja di Lahan SAE tersebut.
“Saya sangat bersyukur karena Lapas tidak hanya membina saya secara pribadi, tetapi juga peduli pada pendidikan anak saya,” ungkap A. Perhatian ini diakuinya menjadi penyemangat utama untuk memperbaiki perilaku dan terus meningkatkan keterampilan selama berada di dalam Lapas.
A berharap program pembinaan seperti ini terus berlanjut karena memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi para narapidana dan keluarganya. “Terima kasih banyak kepada Bapak Menteri, Bapak Dirjen, Bapak Kakanwil, serta jajaran Lapas Banyuwangi atas perhatian yang luar biasa ini,” tuturnya.
Keyakinan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat setelah bebas nanti semakin kuat dirasakan oleh para penerima bantuan tersebut. “Ini menjadi penyemangat saya untuk terus mengasah keterampilan, sehingga ketika bebas nanti, saya bisa menjadi orang yang berguna,” pungkas A. [alr/beq]






