Surabaya (beritajatim.com) – Kenaikan biaya logistik ekspor UMKM ke Eropa, menjadi perhatian serius Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia khawatir, kondisi tersebut dapat mengancam stabilitas perekonomian nasional.
LaNyalla menyampaikan, kenaikan biaya logistik dapat membuat biaya operasional UMKM semakin tinggi. Akibatnya, UMKM tidak mampu menutup biaya ekspor dan memilih menghentikan ekspor.
“Pemerintah harus mencarikan solusi bagi para pelaku UMKM yang sudah berhasil merambah pasar ekspor. Kenaikan biaya logistik ini bisa membuat biaya operasional semakin tinggi dan akhirnya mereka tidak mampu menutup biaya ekspor sehingga memilih menghentikan ekspor,” kata LaNyalla, Selasa (30/1/2024).
LaNyalla juga mengingatkan, UMKM merupakan penopang ekonomi Indonesia. Faktanya, 90 persen pelaku usaha domestik di Indonesia ini justru UMKM.
“Jika pemerintah berkomitmen mendorong UMKM agar bisa menguasai pasar ekspor, inilah saatnya pemerintah hadir, sehingga pelaku UMKM tidak terkendala biaya logistik,” ucapnya.
Berdasarkan data Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), konflik yang terjadi di Laut Merah membuat tarif logistik pengiriman kapal atau freight cost dari Asia ke Eropa melonjak drastis, sekitar 53 persen sampai 63 persen. [beq]






