Magetan (beritajatim.com) – Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Iswahjudi Magetan menindak tegas pesawat asing yang terdeteksi melanggar wilayah udara Indonesia. Pesawat tersebut terdeteksi melalui radar Kosek II.
Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi untuk melaksanakan misi scramble begitu pesawat asing tersebut terdeteksi radar. Dalam misi tersebut, pesawat tempur berhasil mengintersep pesawat asing tersebut dan memaksa mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi.
Setelah dipaksa mendarat, tim gabungan yang terdiri dari Intelijen, Satpom, dan Staf Hukum Lanud Iswahjudi melaksanakan pemeriksaan intensif. Proses tersebut meliputi pemeriksaan dokumen, awak pesawat, serta pengecekan terhadap barang-barang berbahaya yang mungkin dibawa.
Tindakan ini merupakan bagian dari simulasi latihan Force Down yang digelar Lanud Iswahjudi pada Kamis (21/11/2024). Latihan tersebut bertujuan menguji kemampuan penanganan pesawat asing yang melanggar wilayah udara kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Simulasi ini dipimpin oleh Kasi Base Ops Disops Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Apri Arfianto, M.Han., dan melibatkan berbagai elemen penting seperti pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15, personel, serta kendaraan taktis dari Batalyon Komando 463 Kopasgat.
“Latihan kali ini menitikberatkan pada prosedur penanganan pasca pesawat dipaksa mendarat. Fokusnya adalah bagaimana menangani pilot, pesawat, serta aspek lain yang sesuai dengan protokol force down,” jelas Letkol Pnb Apri.
Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, menyatakan bahwa simulasi ini menunjukkan tingkat kesiapan dan responsivitas yang tinggi dari seluruh personel yang terlibat.
“Latihan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menjaga keamanan wilayah udara, yang merupakan bagian integral dari tugas mempertahankan kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Dengan simulasi ini, Lanud Iswahjudi membuktikan kemampuannya dalam menghadapi potensi ancaman dan pelanggaran wilayah udara, sekaligus mempertegas peran strategisnya dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia. [fiq/beq]







