Surabaya (beritajatim.com) – Bagi kalian yang merasa cukup kesulitan untuk tidur atau insomnia, lampu tidur karya dari Tim Mahasiswa Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya ini, mungkin bisa menjadi solusinya. Sebab, Tim Mahasiswa UHW Perbanas telah berhasil menciptakan Lampu Tidur 3 in 1, bernama LANTERN. Yakni ‘anti insomnia’ yang dibuat untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang agar nyaman dan tenang sepanjang malam.
Konsep lampu ini menghadirkan perpaduan antara lampu tidur, aroma terapi, dan hiasan kamar. Bahkan, penggunanya nanti bisa merasakan suasana berbeda saat menikmati keindahan kamar dengan unsur siluet dari pancaran cahayanya. Sedangkan proses penciptaan lampu tidur 3 in 1 ini sendiri, berangkat dari sebuah riset yang dilakukan oleh para mahasiswa UHW Perbanas. Di situ, mereka menemukan bahwa tingkat stress dan kecemasan di Indonesia meningkat di tahun 2022.
“Nah, hal itu mengganggu kualitas tidur di malam hari. Lalu kami menyebar link survei melalui kuisioner google form terkait kualitas tidur masyarakat,” ujar Lutfiyatul Inayah, salah satu mahasiswi pembuat lampu tidur tersebut, Jumat (9/9/2022).
Mahasiswi Program D3 Perbankan dan Keuangan itu menjelaskan, bahwa dari hasil riset ditemukan rata-rata kualitas tidur masyarakat tergolong cukup buruk yakni berdurasi di bawah 5 jam. Padahal, normalnya rata-rata manusia tidur per harinya 7,5 jam.
“Kenapa kita pilih lampu tidur ini berbahan dasar jar kaca, yakni untuk memunculkan inovasi siluet yang dilengkapi aroma terapi untuk merelaksasikan pikiran ketika pengguna mencium wanginya. Lalu terdapat barcode Spotify yang dapat di-scan berisi playlist lagu, podcast afirmasi, meditasi, seperti meditasi overthingking, cara tidur nyenyak, dan bagaimana cara mengatasi kesulitan tidur itu sendiri,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”insomnia”]
Sementara itu, Astika Puspitasari mengaku tak menemui banyak kesulitan dalam proses pembuatan lampu tidur yang dikerjakan sejak Juli 2022 tersebut. Bahkan, lampu tidur karyanya itu kini sudah laku sebanyak 21 pcs. “Kalau proses pembuatan, kendalanya ada di proses pengecatan. Karena menunggu keringnya lama. Secara umum pembuatannya cukup mudah, tapi ada kesulitan tertentu. Untuk lakunya sudah 21 pcs. Semua dijual lewat shoppe, tiktok shop, dan COD,” terangnya.
Sebagai informasi, lampu tidur 3 in 1 bernama LANTERN itu dibuat oleh 4 mahasiswa antara lain Astika Puspitasari, S1 Manajemen, Lutfiyatul Inayah, D3 Perbankan dan Keuangan. Kemudian Dewi Rosanti, D3 Perbankan dan Keuangan, dan Krisnanda Dwi Cahyo, D3 Perbankan dan Keuangan. [ipl/suf]






