Lamongan (beritajatim.com) – Meski lahir dari rahim ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun 6 (enam) bayi yang dilahirkan di RSUD dr Soegiri Lamongan ini dipastikan tak terpapar atau negatif Covid-19.
“Jadi keenam bayi tersebut, dipastikan negatif Covid-19. Kepastian itu muncul setelah hasil test PCR-nya menyatakan negatif virus corona,” kata Tadi, Kassubag Hukum, Organisasi dan Pemasaran RSUD dr Soegiri Lamongan, Senin (21/2/2022).
Sebelumnya, sesuai data yang dihimpun per tanggal 19 Februari 2022, terdapat enam bayi yang dinyatakan suspec Covid-19. Bayi-bayi tersebut diisolasi dan dirawat di RS dr Soegiri, yakni 4 bayi di ruang NICU serta 2 (dua) bayi lainnya di ruang NEO.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Hingga saat ini, menurut Tadi, keenam ibu dari bayi tersebut masih dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil test PCR yang dilakukan. “Ibu dari keenam bayi ini masih dirawat dan menjalani isolasi di ruang Polnet,” sambungnya.
Kendati demikian, Tadi menuturkan, jika ibu dari keenam bayi ini dimungkinkan bisa dipulangkan dalam beberapa hari ke depan. Hal itu lantaran mereka hanya mengalami gejala ringan.
Sedangkan, sesuai data dari RSUD Dr Soegiri Lamongan per tanggal 21 Februari 2022, dari enam bayi yang dinyatakan negatif Covid-19 ini hanya 2 pasien yang memungkinkan untuk dipulangkan.
“Ya, karena gejalanya ringan. Sesuai aturan dari pemerintah diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri (isoman). Itupun, jika kondisi fisiknya sudah kuat pasca melahirkan,” jelasnya.
Lebih lanjut Tadi mengimbau, selama ibu dari bayi ini menjalani isoman dan belum dinyatakan negatif Covid-19, maka sebaiknya agar tidak dipertemukan dulu dengan bayinya.
“Sementara bayi harus dipisah dari ibunya, jika isoman di rumah. Sedangkan bayinya biar dirawat keluarganya yang telah dinyatakan negatif Covid-19,” imbaunya.
Lalu, untuk memastikan kondisi dari para ibu bayi ini, Tadi menambahkan, Tim Satgas Covid-19 Lamongan akan terus melakukan pemantauan berkala hingga ibu bayi dinyatakan negatif dari Corona. “Satgas akan melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) secara berkala,” katanya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru dari RSUD dr Soegiri Lamongan hari ini, dari 75 BED yang disediakan terdapat 72 orang yang sedang menjalani perawatan dan isolasi Covid-19.[riq/kun]






