Surabaya (beritajatim.com) – Kembali terpuruk. Kembali dapat mimpi buruk. Menjalani dua derby di Theatre Of Dreams, Old Trafford, dua kali pula Manchester United mendapat kekalahan.
Setelah dua minggu lalu mereka dipermalukan 0-5 di laga derby Nort-West melawan Liverpool. Baru saja, Manchester United kembali kalah di derby Manchester melawan tetangga mereka yang berisik, Manchester City.
Di laga tersebut, United harus rela menelan kekalahan dengan skr 0-2. Hasil dari gol bunuh diri Eric Bailly di menit 7 dan gol dari Bernardo Silva di menit 45. Bukan hanya itu, di laga tersebut Manchester United benar-benar dikurung habis-habisan oleh City yang menguasai pertandingan dengan nyaman.
City pun tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Merka hanya bermain seperti biasa. Menggunakan fals nine, dengan sayap yang melebar dan inverted wing back yang membantu gelandang membanguan serangan. Mengandalkan umpan pendek dengan pergerakan pemain yang fluid untuk membuat celah.
Dalam beberapa pertandingan terakhir pun City terus menerus mendapat hasil yang buruk. Minggu lalu mereka kalah dari Crystal Palace 0-2 dan kalah adri West Ham di Piala Liga lewat adu pinalti. Kondisi yang tidak jauh berbeda dengan United yang juga tidak kunjung mendapat kemenangan.
Menghadapi masa-masa sulit akibat hasil pertandingan yang tak kunjung membaik, United sebenarnya diharapkan bisa tampil maksimal di laga ini. Sebab, selain nasib pelatih mereka Ole Gunnar Solskjaer sedang dipertaruhkan. Derby Manchester juga laga yang penting dan memiliki gengsi tinggi.
Sayangnya, yang terjadi malah sebaliknya. Para pemain United terlihat kacau dan tidak memiliki semangat bahkan sejak menit pertama pertandingan. Hal ini diamini oleh Ole ketika diwawncara seusai pertandingan.
“Kami mengawali laga dengan sangat buruk. David (De Gea) telah menyelamatkan kami dan membuat kami bisa bertahan di pertandingan tadi,” terang pelatih yang kerap disebut memiliki wajah baby face ini.
De Gea memang menjadi satu-satunya pemain United yang penampilannya bisa dibanggakan. Berkat penampilan apiknya lah United tidak menerima kekalahan dengan skor lebih banyak lagi.
Sedangkan sektor pertahanan tetap menjadi posisi yang paling rentan di skuad United. Kehilangan Varane yang kembali mengalami cedera membuat pertahanan United sangat rentan. Ditambah penampilan Meguire yang belum juga menemukan permainan terbaiknya.
Hal ini diperparah dengan penampilan lini serang United yang juga tidak mampu membuat banyak peluang. Tercatat, mereka hanya mampu membuat satu tendangan ke gawang. Pergantian yang dilakukan United pun tidak bisa memberikan perubahan di sisi permainaan.
Rashford, Jadon Sanco, Telles, dan Van De Beek, yang dimasukkan di babak kedua, tetap tidak bisa membawa perubahan. United tetap tidak mampu mencetak gol balasan seperti yang mereka lakukan kala melawan Atalanta tengah pekan lalu. Dengan hasil ini, nasib Ole kembali berada dalam bahaya. Perang hastag di media sosial antara #oleout dan #olestay pun kembali menjadi trending. [tur/bjo]






