Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Labfor Polda Jatim memeriksa DNA pada mayat AE (15) yang ditemukan dalam karung. Pemeriksaan ini melengkapi autopsi pada jasad siswi SMP yang hilang pada 15 Mei 2023 lalu.
Korban ditemukan terbungkus karung di parit di bawah jembatan rel Kereta Api (KA) Dusun Karangnongko, Desa Mojorano, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Proses otopsi dilakukan dengan menguji DNA kedua orang tuanya, Atok Utomo dan Yulia yang mengawal jenazah di RS milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Keduanya langsung diminta menjalani uji sampel DNA oleh tim dokter RS Bhayangkara Polda Jatim. Uji sampel ini untuk memastikan jika korban benar-benar putri mereka yang hilang sejak 15 Mei lalu dan dilaporkan hilang ke Polsek Kemlagi pada 17 Mei 2023.
”Tujuannya untuk mencocokkan identitas korban karena wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Tubuhnya juga tinggal tulang yang masih tersisa. Untuk memastikan secara ilmiah, butuh tes DNA,” ungkap Ahli forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, dr Mustika Chasanatusy Syarifah, Selasa (13/6/2023).
Dalam pemeriksaan tersebut, tim dokter juga turut menemukan sejumlah properti yang masih menempel di tubuh korban. Seperti kemeja dan kerudung berwarna hitam, celana putih serta pakaian dalam. Pakaian dan kerudung tersebut identik dengan yang digunakan saat korban pertama kali dinyatakan hilang.
Baca Juga:
Tim Labfor Polda Jatim Ungkap Kematian Siswi SMP Mojokerto
”Bajunya kemeja lengan panjang warna hitam, celana putih dan jilbab hitam. Jika ditarik ke belakang, pakaian tersebut sesuai dengan ciri-ciri yang dikenakan korban saat korban dinyatakan hilang 15 Mei lalu,” tegasnya.
Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) RS Bhayangkara Polda Jawa Timur melakukan otopsi terhadap jasad korban terbungkus karung di parit bawah jembatan rel Kereta Api (KA) Dusun Karangnongko, Desa Mojorano, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Baca Juga:
Polresta Mojokerto Selidiki Motif Pembunuhan Siswi SMP
Pemeriksaan berlangsung di kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Selasa (13/6/2023). Korban tersebut diduga Aura Enjelie (15) yang merupakan pelajar SMPN 1 Kemlagi asal Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang dilaporkan hilang sejak tanggal 15 Mei 2023 lalu.
Ahli forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, dr Mustika Chasanatusy Syarifah mengatakan, tim dokter forensik RS Bhayangkara Polda Jatim mengungkap jika kematian korban diduga karena dicekik. Hal itu terlihat dari ditemukannya bekas luka kekerasan dari benda tumpul di leher bagian kiri depan korban. [tin/beq]






