Sidoarjo (beritajatim.com) – Jenazah Mantan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019–2024, Kusnadi, sedang dalam perjalanan menuju rumah duka. Keluarga dan tetangga di Perumahan Pondok Sedati Asri GC/14, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, telah mulai melakukan persiapan intensif menyambut kedatangan jenazah dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Pantauan beritajatim.com di rumah duka, Sejumlah tetangga dan sanak saudara politisi senior PDI Perjuangan itu mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Lingkungan sekitar rumah duka terlihat sibuk dengan penataan kursi dan pemasangan papan duka cita.
Menurut keterangan salah satu perwakilan keluarga, almarhum akan dimakamkan malam ini juga di kompleks pemakaman terdekat.
“Almarhum akan disemayamkan di Makam Pondok Sedati Asri Desa Pepe Sedati setelah sholat isya’,” ucap salah satu keluarga almarhum, Selasa (16/12/2025).
Kusnadi meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Almarhum diketahui menderita penyakit berat, yakni Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) dan Autoimun. Kondisi ini yang menyebabkan ia harus menjalani kemoterapi rutin dan memerlukan perawatan mendalam.
Kusnadi dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dari PDI Perjuangan yang pernah menduduki kursi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Pria kelahiran 7 Desember 1958 ini mencapai puncak karier politiknya di legislatif sebagai Ketua DPRD Provinsi Jatim pada periode 2019–2024.
Almarhum merupakan lulusan S-1 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1986) dan S-2 dari Universitas Gadjah Mada (1995). Meski dikenal sebagai politikus yang merakyat, karir politik Kusnadi sempat menjadi sorotan publik setelah namanya terseret dalam perkara korupsi dana hibah yang sebelumnya menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.






