Ponorogo (beritajatim.com) – Ada titik terang siapa pelaku pencurian motor di Ponorogo yang terekam closed circuit television (CCTV). Pencurian sepeda motor milik karyawan salah satu toko keramik di Jalan Insinyur Juanda Kelurahan Tonatan sudah dikantongi identitasnya. Itu setelah pihak Polsek Ponorogo Kota mendatangi TKP dan melihat bukti rekaman CCTV-nya.
“Usai mendapatkan laporan kemarin, petugas langsung mendatangi TKP. Kita sudah kantongi identitaanya usai melihat rekaman CCTV,” kata Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Haryo Kusbintoro, Selasa (12/7/2022).
Tak sampai waktu 24 jam setelah laporan diterima, petugas akhirnya bisa mengamankan pelaku pencurian sepeda motor yang terekam CCTV tersebut. Pelaku laki-laki yang berinisial YA (24) pada Senin (11/7) malam bisa dibawa ke Mapolsek Ponorogo Kota. Setelah petugas melakukan koordinasi dengan Polres Magetan.
“Usai mengantongi identitas pelaku, pada kemarin sore kita cari belum ketemu. Nah, malamnya berhasil diketemukan, pelaku berada di Magetan. Kita lakukan koordinasi Polres Magetan untuk dibawa ke Ponorogo,” katanya.
Dari hasil penyelidikan petugas, pelaku YA berasal dari Kelurahan Tonatan. Pelaku sejak tadi malam mendekam di tahanan Polsek Ponorogo Kota.
“Usai ditangkap di Magetan, pelaku dijemput petugas untuk diamankan di Mapolsek Ponorogo Kota,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnua, aksi pencurian sepeda motor di siang hari di Ponorogo terekam closed circuit television (CCTV). Pencurian sepeda motor itu terjadi di salah satu toko keramik di Jalan Insinyur Juanda Kelurahan Tonatan Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Aksi pelaku yang mencuri sepeda motor milik karyawan toko keramik itu yang bernama Luk Lukin Magnunin, terekam jelas di beberapa kamera CCTV yang dipasang di berbagai sudut toko.
Dalam rekaman CCTV itu, terlihat bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Senin (11/7) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang laki-laki awalnya melihat-lihat keramik di outlet satu. Tak berselang lama, orang itu dengan berjalan kaki melihat lagi motif keramik di outlet kedua, dimana korban berjaga. Tak lama pelaku, mondar-mandir di outlet kedua dan keluar lewat pintu belakang.
“Saat dilihat ke belakang oleh korban, pelaku sudah tidak ada, ya dikira kembali lagi ke outlet pertama yang memang tidak jauh dari outlet kedua,” kata Ratna Dyah, rekan korban yang juga menjaga toko keramik di outlet kedua, Selasa (12/7/2022).
Ratna menjelaskan posisi sepeda motor karyawan di belakan outlet di dekat kamar mandi. Kemungkinan saat korban melihat ke belakang dan pelaku tidak ada, itu bersembunyi di kamar mandi. Maka oleh korban, dikira pelaku kembali ke outlet satu.
“Kita berdua baru sadar ada maling motor, ketika sepeda motor dihidupkan. Kebetulan kunci di dasbord motor,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pencurian-ponorogo”]
Setelah motor nyala, pelaku langsung tancap gas keluar area toko keramik. Dirinya dan korban langsung lari untuk mencegah dari depan. Namun, sayang usaha itu tidak berhasil. Korban sempat meraih baju pelaku, tetapi karena sudah melaju kencang hingga tidak bisa menarik.
“Sempat ada yang mengejar tetapi tidak berhasil,” katanya.
Melihat maling itu tidak terkejar, korban langsung lapor kejadiam itu ke Polsek Ponorogo kota. Disana Ia menceritakan kronologis kejadian pencurian tersebut.
“Tahu tidak terkejar, korban langsung lapor polisi kemarin itu,” pungkasnya. [end/but]






