Pasuruan (beritajatim.com) – Guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dampak sosial ekonomi dari sektor pariwisata, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan kerja ke Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi langsung dan mendalam mengenai kontribusi TSI Prigen terhadap PAD Kabupaten Pasuruan serta berbagai program yang telah dijalankan demi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menggali informasi spesifik terkait sumbangsih TSI Prigen terhadap PAD daerah, termasuk pola pembagian hasil atau retribusi yang ada. Selain itu, Komisi II juga ingin mengetahui secara langsung program-program yang dilakukan TSI Prigen.
Agus Suyanto, Wakil Ketua Komisi II mengatakan bahwa program ini harus menyentuh desa-desa di sekitar TSI Prigen. “Kami harap mereka yang berada di kawasan TSI ini bisa diberdayakan karena banyak potensi yang bisa digali,” jelas Agus Sabtu (26/4/2025).
Masih Agus, dirinya juga mengatakan bahwa masih ada warga usia produktif di sekitar TSI Prigen yang belum memiliki kesempatan kerja. Oleh karena itu, dibahas kemungkinan peran lebih besar TSI Prigen dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga lokal dan menciptakan program yang dapat membuka peluang ekonomi bagi mereka
“Salah satunya bisa melalui ekonomi pertanian, kelompok ternak, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tambahnya.
Dalam upaya pemberdayaan UMKM lokal, Komisi II menekankan pentingnya dukungan dari TSI Prigen. Diharapkan, produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM binaan atau masyarakat sekitar dapat dibantu dari segi kelayakan dan kualitasnya.
Dengan pendampingan, produk lokal bisa memenuhi standar yang baik sehingga layak untuk dipasarkan. Bahkan di lingkungan TSI Prigen sendiri, tanpa ada alasan untuk menolak karena kualitas yang belum memadai.
Aspek lain yang tak luput dari perhatian Komisi II adalah potensi kerja sama pemanfaatan lahan, khususnya dengan Perhutani. Kemungkinan pola kerja sama dalam pengembangan ekowisata di lahan Perhutani yang berdekatan dengan TSI Prigen.
Mengingat adanya percontohan kerja sama yang berkembang baik di wilayah lain seperti Malang. Komisi II ingin memastikan adanya peluang serupa yang bisa dimanfaatkan di lahan Perhutani KBH Pasuruan, sambil mengkonfirmasi status pengguna lahan Perhutani, apakah bersifat kelompok masyarakat atau korporasi.
“Harapan kami dengan pertemuan ini yang utana yakni tentunyabterkaitbserapan tenaga kerja, sehingga tidak ada lagi pengangguran. Karena selama ini penyerapan tenaga kerja di TSI sendiri untuk masyarakat Kabupaten Oasuruan masih 76 persen, kami harap bisa bertambah jadi 85 persen lah,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan kebijakan yang dapat memaksimalkan peran TSI Prigen dalam pembangunan daerah. (ada/ian)






