Jombang (beritajatim.com) – Peternakan Sapi Perah UD Saputra Jaya, Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam, mendapatkan kunjungan dari Calon Bupati (Cabup) Jombang, H Warsubi, Rabu (23/10/2024).
Selain ditunjukkan proses pemerahan sapi hingga sterilisasi susu, Warsubi juga melihat adanya potensi biogas. Oleh pemilik peternakan, Warsubi diminta untuk mendukung pengelolaannya. Mantan Kepala Desa (Kades) Mojokrapak Kecamatan Tembelang ini juga diminta dukungan untuk pemasaran UMKM yang ada di Desa Galengdowo.
Ainul Yakin, Pemilik UD Saputra Jaya mengatakan, potensi pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas cukup besar. Namun hingga hari ini perusahaan masih terkendala.
“Sebelumnya kami minta kerja sama dengan pemerintah daerah. Namun hingga hari ini yang terealisasi masih minim. Karena itu, kami sangat berharap jika Abah Warsubi nanti terpilih menjadi Bupati, potensi ini bisa digarap lebih maksimal,” ujarnya.
Kotoran sapi, kata Ainul, memiliki potensi besar untuk dijadikan biogas karena mengandung bakteri penghasil gas metan, pati, lignoselulosa, karbohidrat, protein, dan lemak. Biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi alternatif, seperti bahan bakar memasak, lampu penerangan, dan penggerak mesin.
Jika berhasil mengolah biogas, lanjut dia, Jombang bisa menjadi Kabupaten percontohan karena mampun memanfaatkan limbah kotoran menjadi pupuk organik, bahan bakar ramah lingkungan hingga sumber energi alternatif.
Selain itu, lanjut dia, limbah kotoran sapi juga bisa ditambahkan dengan cacing. Cacingnya nanti bisa dimanfaatkan untuk obat dan kosmetik. Sementara kotoran cacing bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik.
“Kami mendukung Abah Warsubi dan Gus Salman menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Besar harapan kami Abah bisa menjadi Bupati Jombang. Sebab, melihat kiprah Abah selama ini di bidang Pertanian dan peternakan, kami cukup yakin Jombang bisa lebih berkembang lebih besar lagi,” tegasnya.
Menyambut Baik

Sementara itu, Warsubi menyambut baik permintaan tersebut. Jika ia menjadi bupati, maka akan melakukan kajian khusus terkait biogas.
“Pemerintah pusat sudah pernah mengatakan soal potensi ekonomis biogas yang sangat besar. Mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Ini bisa menjadi energi alternatif dengan pengolahan yang tepat dan benar. Tapi memang butuh dikaji kembali agar hasilnya benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat Jombang,” tambahnya.
Warsubi menambahkan, pemerintah daerah harus bisa mengakomodir hal tersebut, karena ini termasuk bagian dari pemanfaatan limbah untuk hal-hal yang berdaya guna.
Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga diajak berkeliling area ternak. Dijelaskan juga cara memerah susu hingga melakukan sterilisasi sebelum dikirim ke pabrik pengolahan susu skala besar. [suf]






