Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui peluncuran program Beasiswa Mitra MAPAN.
Inisiatif ini dihadirkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, yang akrab disapa Mbak Wali, bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin (Gus Qowim), sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Kediri yang Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN).
“Kami yakin pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan global. Salah satunya melalui program Beasiswa Mitra MAPAN. Dimana program ini merupakan kemitraan antara Pemerintah Kota Kediri dan Perguruan Tinggi,” ujar Mbak Wali.
Program ini tidak sekadar bantuan biaya, tetapi juga merupakan manifestasi dari Sapta Cita Kedua, yakni mendorong warga untuk lebih produktif, inovatif, dan kreatif. “Ini program kolaborasi untuk sama-sama mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN. Kami ingin SDM di Kota Kediri benar-benar berkualitas,” tegasnya.
Beasiswa ini terbuka bagi warga Kota Kediri yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) yang telah terbit minimal satu tahun sebelumnya. Prioritas diberikan kepada warga dari keluarga tidak mampu, berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) tingkat 1-5 dan selanjutnya tingkat 6-10.
Calon penerima beasiswa bisa mendaftar secara online melalui laman resmi https://beasiswamapan.kedirikota.go.id. Mereka dapat memilih perguruan tinggi dan fakultas yang telah menjalin kemitraan dengan Pemkot Kediri. Syarat penting lainnya adalah menjaga IPK minimal 3,25 tiap semester. Durasi beasiswa ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan, yakni 3 tahun untuk SMK, 4 tahun untuk S1 dan D4, serta 3 tahun untuk D3.
Program ini membebaskan biaya SPP/perkuliahan/UKT, namun tidak mencakup biaya almamater dan wisuda. Pendaftar merupakan lulusan maksimal dua tahun terakhir (2023), dengan catatan khusus bagi program studi kesehatan yang memiliki syarat tambahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online dengan mengunggah berbagai dokumen seperti scan KK, KTP, pas foto, serta bukti terdaftar DT-SEN dari Dinas Sosial. Selain itu, pemohon juga harus menyetujui sejumlah pernyataan, antara lain tidak menerima beasiswa dari sumber lain dan komitmen menyelesaikan studi dengan mengangkat isu lokal dalam tugas akhir.
“Jadwal sosialisasi kami lakukan pada 6–10 Agustus, pendaftaran dan seleksi administrasi pada 11–13 Agustus, pengumuman administrasi tanggal 15 Agustus, wawancara pada 19–20 Agustus, dan pengumuman akhir tanggal 22 Agustus,” papar Anang.
Adapun kuota penerima beasiswa telah ditetapkan untuk berbagai institusi. SMK Bhakti Wiyata dan SMK TI Pelita Nusantara menyediakan 100 kuota, UNISKA Kediri 2 kuota, IIK Bhakti Wiyata 100 kuota, Universitas Strada Indonesia 6 kuota, Universitas Kadiri 14 kuota, dan UNP Kediri 16 kuota.
UDINUS menyediakan kuota untuk 25 mahasiswa di bidang teknologi dan manajemen, sementara Universitas Terbuka menyediakan 25 kuota di jurusan Pendidikan Agama Islam. Universitas Brawijaya Kediri mengalokasikan 5 kuota untuk program pertanian dan perikanan. UIN Syekh Wasil Kediri memberikan 43 kuota di berbagai program studi keislaman.
“Nanti bisa dilihat di pengumuman tentang persyaratan khusus. Di beberapa perguruan tinggi juga ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Silakan warga Kota Kediri untuk mendaftar,” pungkas Anang. [nm/beq]







