Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan Hibah Lumbung Pangan Masyarakat Desa (LPMDes) beserta sarana pendukungnya kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berada di Lamongan, Selasa (14/12/2021).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamongan, Pujo Broto Iriawan Putra mengatakan, Hibah LPMDes ini berasal dari dua kegiatan, yakni penyediaan Infrastruktur dan seluruh pendukung kemandirian pangan sesuai kewenangan daerah Kabupaten/Kota (DAK Fisik Bidang Pertanian).
“Serta berasal dari pengelolaan dan keseimbangan cadangan pangan Kabupaten/Kota (DAU/APBD Kabupaten),” kata Pujo saat diwawancarai, Selasa (14/12/2021).

Peruntukan hibah ini, Pujo menyampaikan, meliputi DAK Fisik Bidang Pertanian senilai Rp. 950 juta yang dilaksanakan secara swakelola, melalui pembangunan gudang lumbung, lantai jemur, dan Rumah Rice Milling Unit (RMU), serta secara lelang melalui pengadaan RMU.
“Selain itu, juga meliputi DAU (APBD Kabupaten) senilai Rp. 104 juta yang dilaksanakan melalui pengadaan langsung secara eleltronik (E-PL) untuk pengadaan isi lumbung (Gabah),” terangnya.
Sasaran hibah kali ini, lanjut Pujo, ada 2 Gapoktan, yakni Gapoktan Sumber Pangan Desa Solokuro Kecamatan Solokuro dan Gapoktan Makaryo Sareng Desa Tunggul Kecamatan Paciran.
Dari data yang diserap dari Dinas Ketahanan Pangan Lamongan, saat ini ada 204 lumbung pangan yang aktif di Kabupaten Lamongan. Dengan ketentuan memiliki buku administrasi, mampu melaksanakan pertemuan kelompok paling sedikit 2x selama 1 tahun, dan memiliki kegiatan simpan pinjam.

“Sebenarnya, hibah lumbung pangan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2006. Dan untuk tahun anggaran 2002 akan dilaksanakan di dua tempat, yakni Desa Sumberbanjar Kecamatan Bluluk dan Desa Mendogo Kecamatan Ngimbang, dengan anggaran Rp 2 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir untuk meresmikan dan meninjau lumbung pangan ini menghimbau, agar lumbung ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya masing-masing.

“Lumbung pangan ini manfaatkan sebagai tempat penyimpanan dengan sebaik-baiknya. Selain jadi penyimpanan, juga dimaksudkan agar memiliki dan menambah nilai ekonomis, sehingga juga menjadi pusat pergerakan ekonomi, utamanya beras dari petani desa,” imbau Bupati yang akrab disapa Bupati YES ini.
Oleh sebab itu, Bupati YES mengharapkan, seiring dengan keberadaan desa yang saat ini menjadi subjek pembangunan, lumbung padi ini akan mampu meningkatkan dan mengukuhkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
“Desa saat ini bukan menjadi objek, tapi menjadi subjek pembangunan untuk mencapai kejayaan. Untuk itu, monggo dirawat lumbung pangan ini dengan baik. Semoga harapan dan ikhtiyar kita semua ini bisa tercapai,” tandasnya.
Sekadar diketahui, saat ini Kabupaten Lamongan adalah salah satu produsen gabah terbesar kelima di Indonesia dan merupakan penyangga beras nasional. Selain itu, kota soto, julukan Lamongan, juga salah satu penghasil beras di Jatim nomor 3. [riq/but]






