Magetan (beritajatim.com) – Guru dan dua orang siswa Magetan meninggal tenggelam saat mencari pasir di sungai pada Sabtu (18/11/2023) pukul 09.00 WIB. Saat jam bebas pelajaran itu, SDN Balerejo 1 di Desa Balerejo, Kawedanan, Magetan itu menggelar kerja bakti. Pun, siswa dan guru menuju ke sungai untuk mencari pasir.
Kejadian tersebut bermula saat seorang guru dan delapan orang siswa berada di kawasan sungai. Saat si guru yakni Guno (59) warga Desa Garon Kawedanan, memasukkan pasir ke plastik polybag, tidak mengetahui jika ada dua siswi yang berenang ke tengah sungai.
Tak lama kemudian, dua siswi tersebut tenggelam, siswa yang lainnya yang mengetahui kedua siswi tersebut tenggelam langsung melapor ke guru. Kemudian, Guno pun mencoba menolong dua siswinya tersebut yakni YPD (10) dan LE (10), keduanya merupakan warga setempat.
BACA JUGA:
Putra Magetan Gugur dalam Kecelakaan Pesawat di Pasuruan
Namun, rupanya Guno yang tak bisa berenang itu berakhir tenggelam di sungai sedalam tujuh meter bersama dua siswinya. Siswa lain pun segera melsporkan itu ke guru lain. Hingga laporan itu sampai ke pihak kepolisian.
“Kami pihak kepolisian bersama TNI, BPBD, dan warga langsung melakukan pencarian. Guru dan satu orang siswi langsung diketemukan saat petugas turun tangan. Pun, sejam kemudian, salah seorang siswi akhirnya ditemukan. Ketiganya audah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo.
Setelah ditemukan, ketiga korban langsung dibawa ke Puskesmas Tladan untuk divisum luar bersama tim Inafis Polres Magetan bersama tim dokter Puskesmas Tladan. Hasilnya, ketiganya dinyatakan meninggal karena meninggal dunia.
BACA JUGA:
Tempe di Magetan Jadi Kecil Imbas Harga Kedelai Naik
“Banyak air di dalam paru-paru. Ketiganya dinyatakan meninggal karena tenggelam. Tidak ada tanda kekerasan,” kata Kuncahyo.
Pun, pihak keluarga masing-masing korban menerima kejadian itu sebagai musibah. Semua korban dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. [fiq/beq]






