Malang (beritajatim.com) – Wajib menggunakan Krama Inggil (Bahasa Jawa Halus-red) diterapkan SDN 3 Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nomor 50 tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selanjutnya, salah satu poin Surat Edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tentang Gerakan Wicara Bahasa Jawa Krama Inggil (Wibawa).
Guna mencegah agar bahasa Jawa tidak punah, SDN 3 Ringin Kembar, setiap hari Kamis seluruh guru dan siswa, selain mengenakan baju khas Jawa yaitu baju lurik dan blangkon untuk laki-laki dan kebaya bagi wanita juga harus menggunakan bahasa Jawa.
“Selama sehari para guru dan siswa harus menggunakan bahasa Jawa, karena itu kita namakan program ini Sedinten Boso Jawi (sehari berbahasa Jawa),“ kata Kepala SDN 3 Ringin Kembar, Musyafik, Kamis (4/1/2024).
Kata Musyafik, bahasa Jawa memiliki unggah-ungguh yang membedakannya dengan bahasa tradisional lain.
“Bocah-bocah, monggo sareng-sareng mirengaken supados faham. Menawi mboten faham, mangke dipun terjemah ngangge bahasa Indonesia (Anak-anak,mari bersama-sama mendengarkan supaya faham. Jika tidak faham, nanti saya terjemahkan dengan menggunakan bahasa Indonesia),” ucap Musyafik ketika berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar.
Musyafik menyadari, bahwa pemahaman bahasa Jawa kromo inggil di lembaga yang dihuni oleh sebanyak 62 siswa ini baru mencapai sekitar 50 persen.
“Saat ini masih banyak anak-anak menggunakan Bahasa Jawa Ngoko. Kami berharap, lambat-laun, bahasa Jawa khususnya kromo inggil ini akan menjadi budaya di SDN 3 Ringinkembar ini,” tegasnya.
Sementara itu, Arif Yuana, seorang guru PJOK di SDN 3 Ringin Kembar menjelaskan, Bahasa Jawa Kromo Inggil selain diterapkan dalam giat belajar mengajar di dalam kelas, juga dalam pemanasan sebelum olahraga.
Tak hanya itu, saat berhitung dalam pemanasan olahragapun anak-anak juga diwajibkan menggunakan bahasa Jawa Kromo inggil. Hal yang menarik, selain permainan resmi dalam pelajaran olahraga,anak-anak juga menerapkan jenis permainan tradisional.
Seperti, engklek, gobak sodor yaitu jenis permainan familier pada pelajaran olahraga di Sekolah Dasar, kasti, kucing dan tikus, menjala ikan dan beberapa jenis olahraga tradisional yang lain.
“Bapak ibu wali murid, supados bocah-bocah mboten kasupen dateng bahasa daerah inipun, sumonggo wonten ndalem, dipun ajak ngendiko kaleh ngginaaken bahasa Jawi (Bapak ibu wali murid, supaya anak-anak tidak lupa dengan bahasa daerahnya, mari dirumah diajak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa),” pesan Arif kepada wali murid. [yog/beq]






