Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mulai menerima berbagai logistik pemilu yang dikirim oleh vendor.
Kelengkapan ini termasuk kotak suara dan bilik suara, yang sudah tiba di Gudang Margomulyo, Surabaya, sejak beberapa waktu lalu.
Persiapan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesuksesan penyelenggaraan Pilkada di wilayah Surabaya.
Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, mengungkapkan bahwa logistik pemilu mulai diterima sejak Senin, 23 September 2024.
Hingga kini, tiga jenis logistik utama telah diterima oleh KPU, yaitu kotak suara, bilik suara, dan kabel ties yang akan digunakan untuk mengamankan surat suara di tiap TPS.
“Jumlah keseluruhan kotak suara yang kami terima sebanyak 7.990 kotak, 15.000 bilik suara, dan 47.568 kabel ties. Logistik ini kami tempatkan di gudang kawasan Margomulyo,” ujar Soeprayitno, yang akrab disapa Nano, Kamis (3/10/2024).
Nano juga menjelaskan bahwa pengiriman logistik belum sepenuhnya selesai. Masih ada beberapa perlengkapan yang sedang dalam proses produksi dan pengiriman, seperti surat suara, blangko plano, dan tinta. Ia memastikan bahwa semua perlengkapan ini akan tiba tepat waktu sebelum pemilu berlangsung.
“Logistik yang datang tersebut belum sepenuhnya. Masih terdapat sejumlah perlengkapan yang masih diproses. Seperti surat suara, blangko plano, tinta, dan lain sebagainya,” tambahnya.
Menariknya, untuk Pilgub Jatim dan Pilwali Surabaya 2024, jumlah logistik yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan Pemilihan Legislatif (Pileg) atau Pilpres 2024. Hal ini disebabkan oleh pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), di mana KPU hanya memfasilitasi dua pemilihan besar, yakni Pilgub dan Pilwali.
“Sebelumnya ada 8.167 TPS. Untuk Pilwali dan Pilgub hanya ada 3.964 TPS saja di Kota Surabaya,” jelas Nano.
Pengurangan jumlah TPS ini diharapkan akan mempermudah proses distribusi dan pengawasan logistik, sehingga penyelenggaraan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar.[asg/ted]






