Malang (beritajatim.com) – Kota Malang meraih penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen kuat Kota Malang dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
“Apresiasi ini kami persembahkan untuk Bumi Arema yang kita cintai yang terus mengembangkan ekonomi kreatif dan juga pariwisata. Apresiasi ini menjadi dorongan yang menambah semangat agar kegiatan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Malang semakin berkembang pesat,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.
Pemerintah Kota Malang telah mengimplementasikan berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di kota ini. Kota Malang kini dikenal bukan hanya sebagai Kota Pendidikan dan terkenal dengan Bakso Malang, tetapi juga sebagai Kota Wisata yang berinovasi.
“Selain dikenal dengan Bakso Malang dan sebagai Kota Pendidikan, kini Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Kreatif. Pada bulan Februari lalu, Kota Malang meraih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023 dalam kategori Pusat Edukasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dari sini, tujuan kami adalah menjadikan Kota Malang sebagai lumbung sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, dengan harapan potensi ini akan menjadi pondasi awal untuk sektor ekonomi kreatif,” kata Sutiaji.
BACA JUGA:
Harga Beras di Kota Malang Naik, Mulai SPHP Sampai Premium
Salah satu bukti komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif adalah pembangunan Malang Creative Center (MCC). Sejak soft launching pada Desember 2022, lebih dari seribu kegiatan oleh para insan kreatif telah diselenggarakan di MCC sejak bulan Juli 2023.
“Melalui pendirian MCC, kami memberikan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama demi memajukan perekonomian. Kami berharap bahwa para insan kreatif ini akan merasa memiliki MCC dan menjadikannya sebagai tempat berkembang mereka. MCC lahir dari aspirasi bottom-up yang menunjukkan bahwa Kota Malang tidak hanya mengandalkan konsep top-down dalam melaksanakan pembangunan,” kata Sutiaji.
Dalam upaya mewujudkan citra Kota Kreatif, Pemerintah Kota Malang telah menunjukkan semangat inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Di sektor pariwisata, Kota Malang saat ini memiliki 53 destinasi wisata, dengan 23 di antaranya berupa kampung tematik.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari visi untuk menjadikan Kota Malang sebagai Smart City dengan mengembangkan Malang Heritage Tourism melalui Kayutangan Heritage.
BACA JUGA:
Wali Kota Malang Serahkan Ratusan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga
“Setiap bulannya, ribuan wisatawan mengunjungi Kayutangan Heritage. Malang juga terkenal dengan olahan makanan oleh-olehnya, dan kehadiran produk-produk inovatif dan modern sangat relevan dalam mengoptimalkan potensi ekonomi wisata di Kota Malang,” kata Sutiaji.
Penghargaan prestisius ini diberikan dalam peringatan HUT ke-12 KompasTV yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden kesepuluh dan keduabelas Jusuf Kalla, Wakil Presiden kesebelas Boediono, para menteri kabinet Indonesia Maju, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Anies Baswedan, dan tokoh-tokoh nasional lainnya. [luc/beq]






