Ngawi (beritajatim.com) – Korban tewas bus wisata yang mengangkut rombongan guru SMP Charis National Academy dengan truk trailer muatan tiang pancang atau paku bumi di Tol Ngawi-Solo bertambah.
Kenek truk trailer ditemukan tidak sadar dan tertimbun tiang pancang. Sayangnya, kenek bernama David Ahmad Fauzi (30) warga Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto itu tak selamat setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Sapari menuturkan, pihaknya sampai menggunakan crane yang didatangkan dari Jawa Tengah untuk mengevakuasi paku bumi atau tiang pancang yang tercecer dan bahkan menimbun bagian tubuh kenek truk trailer.
“Memang benar. Korban tewas dari kecelakaan bus pariwisata dengan truk ini total dua orang. Satu kenek bus meninggal di lokasi, yang kenek truk meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kami kesulitan mengevakuasi sehingga harus mendatangkan crane dari Jawa Tengah,” kata Sapari, Rabu (3/1/2023).
“Total membutuhkan waktu sampai lima jam hingga korban luka dan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan selesai dievakuasi,” tambahnya.
Saat ini, jenazah David masih berada di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi. Sementara sopir bus pariwisata PO Restu masih dimintai keterangan oleh petugas.
Sebelumnya, satu dari tiga bus rombongan wisata asal Malang menabrak truk trailer muatan tiang pancang di Tol Ngawi-Solo di kilometer 567 B masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/1/2023) pukul 04.00 dini hari.
Akibatnya, kenek bus rombongan wisata SMP Charis National Academy Malang itu meninggal dunia di lokasi. Sementara, 20 penumpang yang merupakan guru mengalami luka-luka. Tak hanya, itu sopir truk trailer pun mengalami luka karena tertimpa muatan tiang pancang.
Kejadian berawal saat bus pariwisata PO Restu itu membawa rombongan guru SMP Charis National Academy. Total ada tiga bus yang berjalan beriringan dari arah Surabaya menuju arah Yogyakarta. Mereka hendak liburan. Sampai di lokasi kejadian, bus pertama yang dikemudikan oleh Muhammad Basri (48) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan tak dapat menghindari truk trailer yang berjalan searah di depannya.
Bus yang mengangkut 34 orang guru itu langsung menabrak truk trailer muatan tiang pancang di depannya yang dikemudikan oleh Suwignyo (55) asal Desa Ngrambe Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Kerasnya benturan membuat muatan truk tiang pancang tumpah menimbun sopir truk. Sementara, sang kenek bus yakni Anugrah Aviciena Arif (20) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Pasuruan meninggal dunia di lokasi.
Ada 20 orang terluka dan sang sopir truk yang luka parah. Sebanyak 17 penumpang diantaranya dirawat di RS Widodo dan sisanya di RS At Tin Husada. Untuk korban meninggal, dibawa ke ruang jenazah RSUD dr Soeroto Ngawi.
‘’Saya tidak tahu kejadian persisnya, namun saat saya tidur bus ini sudah menabrak pembatas jalan, tepatnya di belakang truk muatan pancang. Kami rombongan guru mau liburan ke Yogyakarta,’’ kata Joshua Aji Susma, salah satu penumpang bus.
‘’Di depan tidak ada lampu, saya goyang ke kanan dan akhirnya menabrak truk tiang pancang. Sopirnya tertimbun muatan,’’ kata Muhammad Basri, sopir bus.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/beq]






