Malang (beritajatim.com) – Aksi perampokan disertai pembunuhan terjadi di Jalan Anggodo 2A RT03/RW05, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Jumat (22/3/2024) sekira pukul 19.15 WIB.
Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Malang hingga Sabtu (23/3/2024) dini hari masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut. Polisi juga mengumpulkan bukti bukti dari tempat kejadian perkara.
“Untuk motif berkait peristiwa apa arahnya kita masih dalami. Kita masih intensifkan pemeriksaan kita baru selesai melakukan olah TKP kami mohon doanya bisa segera terungkap,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat, Jumat (22/3/2024) malam di lokasi kejadian.
Menurut Gandha, bahwa korban meninggal dunia ditemukan di kamar belakang dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sementara untuk korban selamat ditemukan di kamar depan dengan kondisi luka lebam.
“Dua korban ini satu meninggal dunia 1 luka-luka yang meninggal dunia ditemukan di kamar bagian belakang. Dan korban luka di kamar depan dengan luka lebam di bagian wajah,” ujar Gandha.
Kedua korban penghuni rumah adalah kakak beradik dari keluarga Nasrani. Korban meninggal dunia atas nama Agus (59), seorang tunanetra. Sementara ibu Kris atau nyonya Pur mengalami luka lebam, kini dibawa ke RSSA Kota Malang guna menjalani perawatan.
Polisi juga masih menyelidiki barang berharga apa saja yang dinyatakan hilang. Sebab, posisi korban selamat masih belum bisa dimintai keterangan.
Informasi diperoleh beritajatim.com, Nyonya Kris merupakan seorang pegawai suster gereja. Polisi juga mencari beberapa kamera pengawas atau CCTV dilingkungan tempat tinggal korban. Sayangnya, arah CCTV terhalang tiang telepon dan tertutup rindangnya pepohonan.
Sementara warga bernama Ari Siswanto menuturkan, peristiwa perampokan dan pembunuhan terjadi saat suasana di kampung mereka sepi. Saat itu mayoritas umat muslim sedang melaksanakan ibadah sunnah salat tarawih.
“Ceritanya tadi waktu tarawih pas tarawih kok ada ramai-ramai ternyata ada perampokan dan pembunuhan,” ujar Ari.
Ari menjelaskan bahwa korban meninggal dunia bernama Agus berusia 59 tahun seorang lansia yang menyandang tuna netra. Agus tewas dengan cara mengenaskan karena tertusuk pisau pada bagian leher.
“Kalau kata korban yang luka-luka pelaku perampokan satu orang. Yang sudah meninggal cowok namanya pak Agus usia sekitar 59 tahun beliau tidak bisa lihat. Pak Agus tertusuk pisau lehernya kalau yang Bu Kris luka lebam karena dibenturkan tembok,” beber Ari.
Menurut warga, pelaku menggondol dua handphone milik korban. Warga baru mengetahui peristiwa pembunuhan dan perampokan setelah nyonya Kris berteriak minta tolong.
Saat itu salah satu tetangga bernama Aisyah mendengar teriakan dari dalam rumah korban. Saksi yang mengetahui teriakan korban langsung lari melaporkan hal itu kepada ketua RT setempat
“Katanya HP 2 yang diambil sama perampoknya. Di rumah itu cuma ada dua orang. Terus korban luka-luka itu teriak-teriak minta tolong terus bu Aisyah keluar melapor ke pak RT saat datang perampoknya sudah hilang,” pungkas Ari. (yog/ian)






