Mojokerto (beritajatim.com) – Diduga Suparlan (39) warga Dusun Gondoruso, Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan meninggal di bibir sungai desa setempat karena sakit. Korban diketahui sudah pisah ranjang dengan sang istri kurang lebih satu tahun.
Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi mengatakan, hasil identifikasi sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasaan di tubuh. “Diduga korban meninggal lantaran sakit, karena kemarin mengeluh ke tetangga sakit perut. Status korban sendiri pisah ranjang dengan sang istri,” ungkapnya, Minggu (30/5/2021).
Masih kata Kapolsek, korban masih tinggal di rumah mertua bersama istri dan anaknya. Meski masih tinggal satu rumah di rumah mertua, namun kurang lebih satu tahun korban pisah ranjang dengan sang istri. Korban yang kerja serabutan ini, memiliki satu orang anak.
“Masih tinggal satu rumah tapi pisah ranjang, setiap malam tidur di depan rumah warga, siang pulang ke rumah. Kalau aslinya Jawa Tengah, korban punya saudara di Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Mertua perempuan beberap minggu lalu meninggal,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mojokerto”]
Sebelum kejadian, lanjut Kapolsek, tidak ada cek-cek dengan istri maupun yang lain. Korban kerja serabutan ini ditemukan meninggal dengan posisi terlentang dan mulut sedikit agak membuka, namun diduga korban meninggal karena sakit. Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke rumah sakit.
“Saat ditemukan mulut agak terbuka, mungkin menahan nafas atau bagaimana sehingga dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui penyebab korban meninggal. Jenazah korban dibawa ke RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto,” jelasnya. [tin/but]







