Banyuwangi (beritajatim.com) – Satu di antara 4 korban Gas Elpiji 3 Kg bocor di Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono merupakan perangkat desa setempat. Dia tidak lain adalah ketua RT 02 di desa setempat.
Korban bernama Suryono. Selain sebagai seorang Ketua RT, korban juga berprofesi sebagai pedagang di pasar.
“Ya, yang bersangkutan kebetulan ketua RT di situ,” ungkap salah seorang pegawai Kantor Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Selasa (28/2/2023).
Sementara itu menurut keterangan Safrudin salah seorang tetangga dekat koran mengaku panik saat kejadian. Menurutnya, pada peristiwa itu sebenarnya pemilik rumah mendengar adanya gas elpiji 3 Kg itu berdesis disinyalir bocor.
Kemudian, Suryono sang pemilik rumah berusaha melepas gas dari regulator kompor dan dipindahkan dan direndam di ke kamar mandi.
Tapi, tidak tahunya saat akan memasak justru terjadi ledakan kerasa dari dalam rumah itu. Selain itu ada sambaran api yang menyala hingga keluar rumah.
“Ternyata, api itu dari korek yang tiba-tiba dinyalakan untuk menyulut sumbu kompor,” cerita Safrudin.
Keterangan itu dikuatkan dengan laporan dari Polsek Srono yang datang di TKP usai kejadian.
“Suryono menyalakan kompor hendak memasak namun tiba-tiba api tersulut di beberapa sudut rumah dan membakar gorden serta kain kelambu yang ada di depan pintu kamar yang mengakibatkan 4 orang penghuni rumah mengalami luka bakar,” terang Kapolsek Srono, AKP Akhmad Junaidi sesuai laporan tertulis, Selasa (28/2/2023).
Pihak polisi menilai, gas elpiji 3 Kg yang bocor masih menyebar di dalam ruang rumah. Apalagi, sirkulasi udara di rumah yang berada di dalam gang tersebut juga minim.
“Diduga gas elpiji yg bocor telah memenuhi ruangan rumah yg minim sirkulasi sehingga pada saat ada api, gas tersebut langsung tersulut,” katanya.
Sementara, 4 korban yang mengalami luka bakar sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) Genteng. Mereka merupakan satu keluarga di antaranya Suryono, Koyimah, Hadi Sofyan dan Moh. Ibnu Mubarok. (rin)






