Malang (beritajatim.com) – Jumlah korban dugaan pelecehan seksual dokter di Persada Hospital Malang bertambah menjadi 4 orang. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum korban berinisial QAR, Satria Marwan saat membuat laporan di Polresta Malang Kota pada Sabtu (19/4/2025).
Para korban ini menceritakan peristiwa dugaan pelecehan seksual pada QAR yang terlebih dahulu berbicara lewat media sosial. Rasa solidaritas dan pernah menjadi korban atas dugaan yang sama akhirnya 3 orang lainnya turut berbicara.
“Korbannya katanya ada yang mau ketemu sama kita juga. Saya juga sempat melihat bukti chatnya dengan modus hampir sama,” ujar Satria.
Satria menjelaskan modus yang digunakan hampir sama. Sehingga kini total korban dugaan pelecehan seksual oleh AY yang bertugas di Persada Hospital bertambah menjadi 4 orang.
“Per hari ini kita sudah mendapat informasi, total ada 4 korban dengan dokter yang sama. Saya tidak sebutkan siapa, tapi modusnya hampir sama dengan dokter yang sama dan di rumah sakit yang sama,” ujar Satria.
Satria menuturkan, bahwa tahun kejadian berbeda-beda. QAR mengalami dugaan pelecehan seksual di tahun 2022 bulan September. Sedangkan 3 korban lainnya di tahun berbeda.
“Tahunnya berbeda. Modusnya ya spam chat, flirting goda-goda, ngajak nonton konser dan lainnya,” ujar Satria. [luc/beq]






