Mojokerto (beritajatim.com) – Dampak banjir yang merendam rumah warga di di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, warga tak bisa masak. Tak jarang warga mendapatkan kiriman makanan dari saudara karena belum adanya bantuan.
Seperti yang dilakukan salah satu warga, Mujahidin (54). Ia membawakan kue untuk teman sekolahnya terdampak banjir akibat tanggul Sungai Tambak Agung jebol. “Ke rumah teman, teman sekolah. Bawa kue, kasihan terdampak banjir,” ungkapnya, Jumat (10/2/2023).
Warga Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini mengaku, insiatif sendiri membawakan kue untuk temannya. Ia mendengar jika rumah temannya teredam banjir dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya sehingga ia berinisiatif mengirim kue untuk saudara.
Sementara itu, Linda (29) warga Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. “Kirim makanan untuk saudara karena terdampak banjir. Rumah saudara ada di sebelah utara, lebih dalam dari yang di sini. Ada banyak saudara tinggal di sini,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
Ia memilih janjian dengan saudaranya di pos kampling Dusun Gembongan lantaran tingginya air banjir. Di pos kampling tersebut ia menyerahkan makanan untuk saudaranya terdampak banjir karena tidak bisa beraktivitas di luar.
Sementara itu, Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto akan mendirikan dapur umum di Balai Desa Jotangan. Dapur umum didirikan untuk membantu warga terdampak banjir di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]







