Malang (beritajatim.com) – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat edukasi tentang pelecehan seksual bagi siswa di kota Malang. Agenda ini berlangsung selama dua hari pada tempat berbeda yaitu, 30 Maret 2023 di SMP Islam Ma’arif 3 Malang dan 1 April 2023 di MA Hamid Rusydi Malang.
Ida Fauziyah, ketua Korps PMII Putri Unisma menjelaskan bahwa kegiatan itu diikuti sedikitnya 100 siswa. Tema yang diangkat terkait ‘Selamatkan Anak Kita, Stop Pelecehan Seksual’. Tema tersebut mengacu pada data SIMFONI, dari total jumlah kasus kekerasan sepanjang tahun 2022 sejumlah 27.589, Jawa Timur menempati posisi pertama jumlah korban kekerasan seksual tertinggi.
“Maraknya kasus – kasus pelecehan seksual kami berpikir untuk melakukan pencegahan, salah satunya dengan penyuluhan edukasi seksual sejak dini, sehingga kalangan sekitar dapat memahami dampak yang akan dialami dan tidak mendekati atau melakukan pelecehan seksual,” kata Ida Fauziyah kepada beritajatim.com, Sabtu (1/4/2023).
Selain itu, Ahmad Fauzi, ketua Komisariat PMII Unisma mengatakan, agenda ini sebagai ikhtiar bersama dalam upaya pencegahan pelecehan seksual. Tujuannya agar siswa paham dan tidak mendekati ataupun melakukan pelecehan seksual.

“Ini ikhtiar awal kita dalam pencegahan perilaku pelecehan seksual dengan memberikan pemahaman terkait edukasi seksual kepada generasi masa depan Indonesia agar para remaja paham dan tidak mendekati ataupun melakukan pelecehan seksual, ini sesuai dengan kalamullah la taqrobu zina,” kata Fauzi.
Kegiatan ini, menurut Melyse Nasya Alfita selaku ketua pelaksana, bertujuan agar dapat mengurangi angka korban kekerasan seksual melalui peran pribadi siswa. Mereka yang berada di usia tersebut sangat perlu pendidikan dan pemahaman terkait pelecehan dan dampak seksual itu sendiri.
“Di Usia mereka yang menginjak remaja pendidikan seksual sangat penting dimengerti guna untuk mencegah anak melakukan aktivitas seksual dan paham terkait konsekuensi serta konsep menjaga diri,” kata Melyse Nasya.
BACA JUGA:
FK Unisma Bahas Obat Herbal untuk Cegah Efek Polutan
Ditambahkannya narasumber yang dipilih adalah perwakilan Ketua Kopri dari setiap Rayon di Komisariat Unisma. Para narasumber yang sebelumnya sudah didelegasikan dan sudah paham terkait materi yang akan disampaikan dengan modul edukasi seksual dan pertemuan belajar bersama fasilitator (pengurus KOPRI komisariat UNISMA).
“Jadi Kopri Komisariat Unisma bersama Kopri 9 Rayon di Unisma (Kopri Al Hikam, Kopri Al Hasanah, Kopri Ar Rozi, Kopri Al Kindi, Kopri Rosalia Hibrida, Kopri Rona Gallusia, Kopri Al Fanani, Kopri Al Farabi dan Kopri Sunan Bonang. Kami mengedukasi tentang pelecehan seksual yang disambut baik oleh pihak sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, sambutan baik sekolah disampaikan oleh kepala sekolah SMP Islam Ma’arif 3 Malang, Qomaruddin, M.Pd . Dia mejelaskan bahwasan pendidikan non formal (pendidikan seksual) juga penting diberikan kepada siswa karena tidak tercakup dalam mata pelajaran sekolah.
“Hal ini juga penting anak anakku sekalian, karena yang begini ini tidak sepenuhnya ada di sekolah secara khusus,” kata Qomaruddin, M.Pd.
BACA JUGA:
FEB Unisma Bahas Sustainability UMKM Pasca Pandemi
Terpisah, kepala sekolah MA Hamid Rusydi, Ach. Irham, S.Ag berpesan pada siswanya agar menggunakan kesempatan penyuluhan untuk belajar. Agar siswa belajar tentang pelecehan seksual sebagai bekal kelak.
“Ingat, bahwa penyesalan tidak akan hadir di awal, maka hari ini kita perlu belajar bersama untuk mencegah supaya tidak menyesal dikemudian hari, bersama teman teman mahasiswa yang telah hadir bersama kita hari ini” kata Irham.
Sebagai informasi, kegiatan ini juga bekerja sama dengan PAC IPPNU Blimbing dan PAC IPPNU Kedungkandang. Hal itu dilakukan untuk mencari sekolah yang tepat dalam sosialisasi tentang pendidikan seksual. [dan/but]






