Surabaya (beritajatim.com) – Konvoi pesilat PSHT menabrak anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (28/07/2023).
Kejadian itu terjadi di kawasan Perak Barat. Akibat kejadian itu, satu anggota dari Satuan Samapta harus dilarikan ke rumah sakit PHC untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Herlina menjelaskan jika anggota Samapta Polres Perak yang ditabrak itu hendak menghimbau agar massa konvoi tidak mengibarkan atribut bendera. Namun, himbauan tersebut tidak dihiraukan. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Sampai motor yang dikendarai anggota Samapta ditabrak oleh salah satu peserta konvoi.
“Jadi bukan diserang. Ditubruk (ditabrak) mas,” tutur Herlina ketika diwawancarai di pos pengamanan Jalan Perak Timur.
Herlina belum mengetahui kondisi terkini dari anggotanya yang menjadi korban konvoi pesilat di Surabaya. Namun, pelaku yang menabrak anggotanya telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan.
“Satu orang aja. Ini masih diperiksa oleh dokter. Doakan tidak ada luka serius,” pungkas Herlina.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Puluhan pesilat PSHT diamankan polisi di Jalan Laksda Moh Nasir, Perak Barat, Jumat (28/07/2023) malam. Dari kesaksian warga, Puluhan pesilat yang diamankan ini sempat menutup kedua ruas jalan Laksda Moh Nasir.
Dari keterangan warga, Puluhan pesilat itu melakukan aksi bleyer-bleyer. Dengan menggunakan knalpot brong dan menutup jalan, membuat arus lalu lintas macet. Alhasil, puluhan kontainer yang sedang lalu lalang tersendat dan menyebabkan kemacetan panjang.
“Tadi nutup dua ruas mas. Saya pas istirahat langsung bangun. Sempat diusir sama sopir lain dan pemilik tambal ban,” ujar Hariyadi (50), salah satu sopir kontainer di lokasi.
Baca Juga: Kapolres Tanjung Perak Surabaya Data Pesilat Konvoi dan Tutup Jalan
Puluhan pesilat konvoi itu sempat menabrak petugas yang berusaha menghadang. Namun, berkat kesigapan petugas kepolisian puluhan sepeda motor yang didominasi oleh plat S dapat dihentikan.
Pantauan beritajatim, AKBP Herlina Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pendataan kepada Puluhan pesilat PSHT yang diamankan. Petugas kepolisian melakukan tilang pada pengendara sepeda motor yang tidak sesuai aturan. Selain itu, petugas juga melakukan tes alkohol kepada anggota PSHT yang diamankan.
Dalam pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan bendera PSHT yang dibawa oleh para massa di dalam tas. Bendera itu langsung disita oleh petugas. Sampai tulisan ini dibuat, petugas kepolisian masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap Puluhan pesilat yang diamankan. (ang/ted)






