Pacitan (beritajatim.com) – Konsumsi gas LPG 3 kilogram menjelang Lebaran dipastikan meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak warga mengalami kesulitan mendapatkan LPG karena pangkalan dan pengecer tutup selama beberapa hari saat Lebaran. Jika pun tersedia, harga LPG sering kali melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Ahmad Tahir, warga Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, mengaku harus membeli LPG saat tabungnya benar-benar kosong. “Kalau sudah habis, ya terpaksa beli, berapapun harganya,” ujarnya. Berbeda dengan mereka yang memiliki lebih dari satu tabung, sebagian warga memilih membeli lebih awal agar tidak kehabisan.
Manager SPBE Dwi Parama Hasta Mukti, Agus Dwi Saputra, memastikan stok LPG di Pacitan dalam kondisi aman.
“Insya Allah stok LPG mencukupi. Alokasi dari Pertamina sesuai kebutuhan tahun ini dan menyesuaikan pola konsumsi masyarakat saat Lebaran,” kata Agus.
Saat ini, rata-rata distribusi LPG dari SPBE mencapai 25-26 truk per hari atau sekitar 14.040 tabung. Namun, hingga H-6 Lebaran, distribusi masih berjalan seperti hari biasa. Menjelang Idul Fitri, akan ada penambahan kuota untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. “Kalau permintaan meningkat akan ditambah,” jelasnya.
Masyarakat diimbau untuk mengatur kebutuhan LPG lebih awal guna menghindari kendala selama libur Lebaran. [tri/beq]






