Jember (beritajatim.com) – Konferensi Nahdlatul Ulama Cabang Kencong, Kabupaten Jember, ke-20, Sabtu (10/8/2024) adalah konferensi bersejarah. Gara-gara tertunda berkali-kali, sempat diganggu rayap.
Konfercab ini bersejarah, karena untuk pertama kalinya Pengurus Besar NU mengirimkan surat keputusan digital tanpa stempel. Stempel sudah ditinggalkan dalam surat-menyurat di PBNU.
“PBNU sudah menggunakan barcode dari Peruri. Jadi surat persetujuan Konfercab NU Kencong, ada tanda tangan, tapi tanpa stempel karena sudah ada barcode-nya, dan itu surat digital pertama yangh diterbitkan PBNU. Seindonesia baru PCNU Kencong yang mendapatkan surat dengan stempel digital dari PBNU,” kata Zainil Ghulam, Ketua Tanfidz PCNU Kencong terpilih, Senin (12/8/2024).
Saat ini PBNU menggunakan aplikasi Digdaya Persuratan. “Insyaallah tahun depan aplikasi tersebut akan di-breakdwon hingga PCNU,” kata Ghulam.
Menurut Ghulam, aplikasi ini akan mempermudah NU di semua level kepengurusan dalam urusan surat-menyurat. “Aplikasinya sudah bisa diunduh online di Playstore. Jadi kami akan jalankan secara PCNU Kencong dilatih mengoperasikan aplikasi tersebut,” katanya.
Di tengah modernisasi organisasi itu, masih ada musuh tradisional NU dalam mempersiapkan konfercab: rayap. “Kami sebetulnya sudah mempersiapkan konfercab sejak Maret 2024, karena SK Kepengurusan PCNU Kencong berakhir pada 18 April 2024. Jadi logistik seperti seminar kit dan tas peserta sudah kami siapkan,” kata Ghulam.
PBNU tidak segera menyetujui pelaksanaan konfercab, dan baru merestui empat bulan kemudian. Merasa persiapan sudah matang, Ghulam tidak terlalu risau. Namun dia terkejut saat mengetahui kardus berisi tas dan seluruh seminar kit yang disimpam ternyata dilahap rayap. “Untungnya rayap itu baru makan kardus. Jadi saking lamanya kardus-kardus itu di kantor PCNU Kencong,” kata Ghulam.
Saat memberikan sambutan, Rais PBNU KH Sadid Jauhari bercerita, bahwa rayap menjadi penanda wafatnya Nabi Sulaiman. “Nabi Sulaiman memegang tongkat dan berzikir kepada Allah. Para prajuritnya menyangka Nabi Sulaiman sedang berzikir khusyuk lama sekali,” kata Ghulam.
“Mereka baru menyadari setelah melihat tongkat Nabi Sulaiman patah. Setelah dilihat, ternyata tongkat itu dimakan rayap. Jadi ini pertanda bahwa Nabi Sulaiman sudah lama wafatnya. Menurut Kiai Sadid, semoga rayap (yang memakan kardus) menjadi tanda keberkahan untuk melanjurkan estafet program-program kepengurusan PCNU Kencong,” kata Ghulam.
Zainil Ghulam akhirnya kembali terpilih menjadi Ketua Tanfidz Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, periode 2024-2029 melalui musyawarah mufakat. Penataan pendidikan, perekonomian, dan pertanian menjadi prioritas pemberdayaan masyarakat.
Ghulam dipilih oleh lima majelis wakil cabang dalam Konferensi NU Cabang Kencong di Pondok Pesantren Assuniyah, Kencong, Sabtu (10/8/2024). Sementara itu, lima orang anggota AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) kembali memilih Ahmad Laiq Attoillah sebagai Rais Syuriah PCNU Kencong.
Ghulam adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Muqomah, Kecamatan Gumukmas. Sementara Laiq adalah pengajar di Pondok Pesantren Assuniyah. Dia memiliki hubungan kekerabatan dengan KH Sadid Jauhari, pengasuh Assuniyah yang juga ulama terpandang di Jember. [wir]






